indhie – demi pena
banner

TUTUR

POTRET

Menolak Lupa Almarhum Munir

Jumat, 7 September 2018

Wafatnya Munir Said Thalib pada 7 September 2004, masih menyisakan pertanyaan besar hingga kini. Memang, sudah ada putusan pengadilan yang menyatakan Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang […]

Kobaran Great March of Return di Palestina

Kamis, 6 September 2018

Ribuan warga Palestina berdemonstrasi pada Jumat ke-23 di 31 Agustus 2018 lalu, sejak pencanangan gerakan yang diberi nama Masiratu al-‘Audati al-Kibri (Great March of Return) […]

jejak

Siapa Pemain Billboard di Kota Medan?

Rabu, 29 Agustus 2018

Sejumlah pebisnis yang mengeruk keuntungan di balik maraknya bisnis papan reklame di Medan dan Sumut, tak hendak bicara soal iklan reklame yang sungguh ramai di […]

bait

PENA

LAKON

bahasa indhie.com

Kelemahan Bahasa Kita

Sabtu, 28 Juli 2018

Nirwansyah Putra indhie.com Saya terbayang Indonesia ketika menonton sebuah film Malaysia, Anakku Sazali. Film yang dibintangi oleh Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh –orang lebih […]

GRAFIS

Metamorfosa ISIS dalam Grafis

Jumat, 20 Juli 2018

Islamic State of Iraq Syiria (ISIS) yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi mempunyai alur cerita yang cukup panjang. Kini, kekuatan mereka sudah sangat melemah seiring kekalahan […]

Lampau

17 OKTOBER 1968 | Sersan Dua Korps Komando Operasi (KKO) (Anumerta) Usman Jannatin dan Kopral Dua KKO (Anumerta) dieksekusi gantung oleh pemerintah Singapura di Penjara Changi atas tuduhan pengeboman MacDonald House (gedung Hongkong and Shanghai Bank). Keduanya (bersama Gani bin Arup) diperintah dalam sebuah operasi militer saat Konfrontasi dengan Malaysia. Jenazah keduanya disambut dengan penghormatan militer di Jakarta dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Namanya diabadikan sebagai nama Kapal Republik Indonesia (KRI) Usman-Harun (359).

– kalimat tokoh –

“I have defined the 100 percent American as 99 percent an idiot.”
~ George Bernard Shaw (1856–1950)