Nicke Widyawati, Perempuan Paling Berkuasa di Indonesia 2021

Bahkan lebih berkuasa dari Ratu Inggris, Elizabeth II, dan Menkeu Sri Mulyani.
Nicke Widyawati [foto: IG nicke_widyawati]

NICKE WIDYAWATI, Direktur Utama Pertamina, menjadi perempuan paling berkuasa di Indonesia. Dia duduk di urutan ke-27 dalam The World’s 100 Most Powerful Women versi Forbes 2021. Tak ada nama lain dari Indonesia yang lebih tinggi dari dia dalam versi Forbes itu. Dari Indonesia, hanya ada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang nangkring jauh di bawahnya, urutan ke-66.

Bahkan, posisi Nicke jauh lebih berkuasa dari Ratu Elizabeth II dari Inggris, yang berada di urutan ke-70, dan dibanding Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri, yang bahkan tidak masuk dalam daftar 100 itu.

Di 2020, urutan Nicke ada di ranking ke-25 se-dunia. Nicke juga duduk di posisi ke-17 dari 100 Most Powerful Women International versi Majalah Fortune 2020.



Nicke yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 25 Desember 1967 adalah Dirut Pertamina sejak 2018. Dia menggantikan Elia Massa Manik yang dicopot Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno. Sebelumnya, Nicke sempat menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina, Pelaksana tugas (plt) Direktur Logistik, Rantai Pasokan, dan Infrastruktur pada 2017. Karirnya yang panjang itu memang mengkilap sejak meniti dari bekerja di Bank Duta cabang Bandung.

Di masa Nicke, Pertamina dihadapkan pada persoalan Pandemi Covid-19 yang memukul hampir seluruh sektor ekonomi global tidak hanya industri minyak dunia. Namun, Pertamina berhasil mencatat kinerja keuangan yang positif pada 2020 dengan mampu mencetak laba bersih konsolidasian (Audited) sebesar US$1,05 Miliar (sekitar Rp15,3 triliun, kurs 2020 Rp14.572). Kinerja keuangan positif tersebut juga ditunjukkan dengan EBITDA sebesar US$7,6 Miliar dengan EBITDA Margin 18,3%. Dalam siaran pers Pertamina, diungkap, hal ini menunjukkan kondisi keuangan Pertamina aman dan mampu bertahan di tengah krisis ekonomi global.

Sebelum ke perusahaan negara nomor satu itu, Nicke yang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) 1991 itu berkarir di PLN. Dia sempat menjabat Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN pada 2014. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi Direktur Utama PT Mega Eltra, sebuah BUMN bidang kelistrikan, sebelum masuk ke PLN.

Namun kini, di penghujung tahun 2021, Nicke tampaknya sedang digoyang tuntutan pencopotan. Surat permintaan pencopotan itu dilayangkan oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) kepada Menteri BUMN Erick Thohir pada Desember ini. Bahkan, FSPPB sudah mengancam akan mogok kerja bila tuntutannya tidak dipenuhi.

Mari tunggu kelanjutan episode Nicke ini. (*)

Cari di INDHIE