Terima Rp1,28 Triliun, PT PAL Siap Bikin Kapal Selam Whole Local Production

PT PAL merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia.
Kapal selam produksi PT PAL Indonesia. [foto: dok PAL Indonesia]

JAKARTA | Angin segar muncul dari industri maritim Indonesia. PT PAL Indonesia (Persero) telah mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp.1,28 triliun. PNM ini telah dialokasikan pada APBN Tahun Anggaran (TA) 2021.

Terhitung sejak disahkannya PP No. 84 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Agustus 2021, dana PMN telah diterima PT PAL Indonesia. Seremoni penyerahan PNM digelar di Jakarta, pada Kamis 30 Desember 2021 lalu yang dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan segenap direksi PT PAL.

PNM 2021 tersebut bertujuan untuk melengkapi kemampuan SDM, fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan agar PT PAL yang sebelumnya mampu melaksanakan joint section menjadi mampu melaksanakan whole local production. Adapun peningkatan kemampuan produksi baik hardware dan software, ditempuh melalui fasilitas-fasilitas yang akan dilengkapi di antaranya pembangunan Ship Lift, Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) Shop, Painting Shop, Blasting Shop, Torpedo Shop, dan lain-lain.

PT PAL merupakan salah satu BUMN strategis dalam menjawab kebutuhan alutsista nasional khususnya kapal selam. Dengan PNM ini, PT PAL akan melakukan strategi penguasaan dan pengembangan teknologi kapal selam ke depan termasuk kapal selam tanpa awak. Beberapa yang dilakukan yaitu aspek peningkatan kapabilitas SDM diukur dari keikutsertaan pelatihan dan sertifikasi. Juga aspek peningkatan kapasitas produksi diukur melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi, pengadaan peralatan produksi sehingga mampu melakukan produksi kapal selam secara mandiri.



Pada 2015, PAL juga telah menerima PNM sebesar Rp1,5 triliun. “Pada 2015 telah diterima penyaluran PMN APBN 2015 ke PAL sebesar Rp1,5 Triliun,” kata Direktur Utama PAL, Dr Kaharuddin Djenod MEng, dalam publikasi pers di Jakarta, Kamis (30/12/2021) lalu.

Dana PMN 2015 tersebut diwujudkan dengan pembangunan fasilitas produksi kapal selam (Faskasel). Faskasel langsung dimanfaatkan untuk pelaksanaan joint section kapal selam Nagapasa Class yang nantinya diresmikan sebagai KRI Alugoro–405. Dalam proses joint section tersebut PAL sukses mendapatkan predikat zero defect pada seluruh alur pengelasan. Dalam kurun waktu yang juga simultan, PAL juga melaksanakan Overhaul KRI Cakra–401.

PT PAL merupakan perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia yang memiliki kapabilitas pembangunan dan rancang-bangun Kapal Perang dan Kapal Niaga; Pembangunan dan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) Kapal Selam; MRO Kapal Perang, Kapal Niaga, dan produk-produk kemaritiman; General Engineering produk Energi dan Elektrifikasi; dan Technology Development.

Indonesia saat ini memang merubah kebijakan pertahanannya, dari kebijakan belanja pertahanan kini menjadi investasi pertahanan. (*)

Cari di INDHIE