COVID-19: Bisnis Kecil Diproteksi, Parlemen AS Setujui Anggaran Darurat US$8,3 Miliar

Satu pasangan mengenakan masker di sebuah taman di Beijing, China. Foto ini diambil pada 25 Februari 2020. [Foto: Nicolas Asfouri/AFP]

WASHINGTON | Parlemen Amerika Serikat (AS) menyetujui anggaran darurat menghadapi wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebesar US$8,3 miliar atau sekitar Rp117,8 triliun (kurs Rp14.200), di gedung parlemen AS, Capitol Hill pada Rabu (4/3/2020) waktu setempat. Persetujuan ini rencananya akan diajukan untuk ditandatangani oleh Presiden AS, Donald Trump, pekan ini.

Ini berarti ada penambahan US$800 juta dari anggaran yang dibahas sebelumnya, yaitu US$7,5 miliar. Lebih dari US$3 miliar akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19, alat tes dan terapi perawatan.

Dikabarkan dari Reuters, Kamis (5/3/2020), dalam voting anggaran darurat itu, hampir seluruh anggota parlemen AS setuju dengan perbandingan suara: 145:2. “Kita harus segera membuat undang-undang ini. Hidup sedang dipertaruhkan,” kata Juru Bicara sekaligus Ketua Komite Pengalokasian Parlemen AS, Nita Lowey. Lowey merupakan seorang kader Partai Demokrat yang saat ini sedang beroposisi dengan Trump.

Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, yang diperoleh dari kantor berita AssociatedPress (AP), mencatat, hingga akhir Rabu (4/3/2020), sudah ada 11 orang meninggal dunia di AS. Korban terbaru berasal dari California, di luar negara bagian Washington, wilayah terbesar pasien Covid-19 di AS.



Anggaran darurat itu juga termasuk membantu mengendalikan penyebaran virus di luar AS dengan alokasi sebesar US$ 1,25 miliar untuk upaya internasional menghadapi wabah ini. Sementara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS akan diberi wewenang untuk memastikan keterjangkauan vaksin di pasar komersial.

Pemerintah negara bagian dan lokal di AS akan menerima US$ 950 juta. Lebih dari US$300 juta akan dipakai untuk perawatan pasien tak mampu. Juga, dana sebesar US$500 juta untuk program kesehatan warga lanjut usia.

Ketentuan lain dalam anggaran darurat itu juga menyebutkan, hampir US$1 miliar untuk membantu pengadaan obat-obatan dan persediaan medis. Sementara, bisnis kecil yang terkena dampak wabah dapat memenuhi syarat untuk pinjaman federal dengan bunga yang rendah. (*)


BACA JUGA:


 

Bagikan:

Cari di INDHIE

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. WHO: 75 Negara Terjangkit COVID-19 dan 119 Negara Lagi Belum Terdeteksi – indhie
  2. Pembukaan Senin, Pasar Saham Global Menukik Jatuh – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*