Pembukaan Senin, Pasar Saham Global Menukik Jatuh

Seseorang berjalan melewati papan informasi harga saham dari Tokyo Stock Exchange. [Foto: Kazuhiro Nogi/AFP/irishtimes]

BEIJING | Pembukaan pasar saham di bursa dunia, Senin (9/3/2020), sedang menukik jatuh. Paling tidak ada tiga faktor utama yaitu kekhawatiran dampak Coronavirus Desease 2019 (COVID-19), jatuhnya harga minyak dunia dan sentimen negatif terhadap karantina wilayah utara Italia.

Bursa S&P 500 (INX) Amerika Serikat (AS) jatuh 5% pada Ahad (8/3/2020) malam kemarin, Dow Jones (DJI) turun lebih dari 1.000 poin atau sekitar 4,2%, Nasdaq Composite (COMP) turun 4,5%.

Sementara itu, S&P/ASX 200 Sydney Australia turun 5,9% (menjadi 5.840,70 poin)pada Senin (9/3/2020), Nikkei 225 (N225) Jepang turun hampir 5% sebesar 19.473,07 poin, Hang Seng (HSI) Hong Kong turun 4% menjadi 25.134,73 poin. Sedangkan (KOSPI) Korea Selatan dan Shanghai Composite (SHCOMP) China masing-masing turun 3% (1.950,02 poin) dan 2% (2.967,31 poin).

“Pasar global mendasari negatif, (di antaranya) karena Italia telah memutuskan mengkarantina seperempat dari populasinya,” kata Tai Hui dari JP Morgan Asset Management dalam sebuah laporan seperti dikutip dari AssociatedPress, Senin (9/3/2020).



Faktor lain, tambah Hui, soal kerjasama OPEC dengan Rusia untuk menentukan harga minyak dunia juga berpengaruh besar.

Harga minyak mentah dunia menurut perdagangan New York Mercantile Exchange, turun US$10,77 atau 26,1%, menjadi US$30,49 per barel. Sementara minyak mentah Brent turun US$11,44 atau 25,3%, menjadi US$33,83 per barel di London.

Selain minyak, dampak COVID-19 berpengaruh terhadap kinerja dan operasional perusahaan-perusahaan di dunia. AssociatedPress melansir pernyataan Apple, yang mengatakan, perlambatan dalam pembuatan iPhone di China akan merusak total penjualannya.

Sementara itu, kelompok industri penerbangan IATA, sudah melansir laporan yang berisi analisis mereka bahwa maskapai penerbangan dapat kehilangan potensi penjualan dari penumpang sebesar US$113 miliar. (BACA JUGA: COVID-19: Maskapai Seluruh Dunia Diperkirakan Rugi Rp1.604,6 Triliun)

Bank-bank sentral di seluruh dunia juga dikabarkan telah bereaksi dengan memangkas suku bunga. Namun, walaupun hal itu dapat membantu mendorong pengeluaran konsumen dan perusahaan, hal itu tidak dapat membuka kembali pabrik yang disebabkan karantina atau kurangnya pekerja dan bahan baku. (*)


sumber: AssociatedPress, CNN, AFP


BACA JUGA:


 

Bagikan:

Cari di INDHIE

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. COVID-19: China Berhasil Tekan Jumlah Pasien, 14 Rumah Sakit Sementara Ditutup – indhie
  2. COVID-19: Indonesia Hari Ini Positif 34 Kasus – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*