COVID-19: Sudah 9 Meninggal, Amerika Siapkan Anggaran Darurat Rp106 Triliun Lebih

Warga AS mengenakan masker di kereta api di Bandara Internasional Seattle-Tacoma, Selasa, 3 Maret 2020, di SeaTac, Washington. Enam warga Washington bagian barat sudah meninggal akibat Covid-19. [Foto: Elaine Thompson/AP]

WASHINGTON | Parlemen Amerika Serikat (AS) saat ini sedang membahas pengucuran anggaran darurat sebesar US$7,5 miliar (Rp106 Triliun lebih dengan kurs Rp14.200) menghadapi penyebaran dan pencegahan Covid-19 di AS. Pembahasan di tingkat parlemen AS diperkirakan akan selesai pada Rabu (4/3/2020) dan bisa mendapat persetujuan Kongres AS di akhir pekan ini.

Dinukil dari AssociatedPress pada Rabu (4/3/2020), kucuran dana itu menimbang penyebaran Covid-19 yang diperkirakan memberi kejutan bagi ekonomi AS dan gangguan bagi kehidupan sehari-hari warga AS.

Nilai itu sendiri sekitar tiga kali lipat dari anggaran yang sebelumnya diajukan Presiden AS, Donald Trump. “Bila itu menyangkut keselamatan dan kesehatan warga AS, tidak ada alasan untuk mengeluarkan sedikit uang,” kata Senator dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, pada Selasa (3/3/2020). Partai Demokrat diketahui selama ini menjadi seteru Donald Trump saat ini menguasai kursi DPR AS.

Juru Bicara DPR AS, Nita Lowey, juga mengatakan, saat ini hanya ada perbedaan kecil mengenai pembahasan anggaran itu dan diperkirakan pembahasan itu akan berjalan mulus.



Anggota parlemen AS mau tidak mau memang harus membahas dengan cepat anggara itu karena gelombang kekhawatiran dan ketidaksabaran dari para warga AS pemilih mereka tentang kurangnya tes untuk mendeteksi virus.

“Saya mendengar secara pribadi dari orang-orang di seluruh negara bagian kami yang frustrasi. Mereka ingin dites,” kata Senator Patty Murray. “Ini benar-benar krisis serius dan kami tidak bisa menanggapinya dengan (anggaran) yang kecil atau pada menit terakhir.”

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence, bersama pejabat kesehatan AS telah mengunjungi parlemen AS untuk memberikan penjelasan kepada kedua belah pihak mengenai situasi Covid-19 di AS. Pakar kesehatan AS telah memberi peringatan situasi akan semakin memburuk dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Situasi pada akhir Selasa (3/3/2020) menunjukkan, sudah 9 orang warga AS yang meninggal akibat Covid-19. Semua kematian terjadi di negara bagian Washington, dan sebagian besar adalah penghuni panti jompo di pinggiran kota Seattle. Jumlah infeksi di AS secara keseluruhan naik melewati 100, tersebar di setidaknya 15 negara bagian, dengan 27 kasus terjadi di Washington.

“Apa yang terjadi sekarang di Amerika Serikat mungkin merupakan awal dari apa yang terjadi di luar negeri,” kata Dr. Nancy Messonnier dari Centers for Disease Control and Prevention (CDCP, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) AS. (*)


BACA JUGA:

Bagikan:

Cari di INDHIE

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. COVID-19: Pembiayaan Pasien Beban Kemenkes, Pemerintah Daerah dan Sumber Lain – indhie
  2. COVID-19: Biaya Pasien Beban Kemenkes dan Pemerintah Daerah – indhie
  3. COVID-19: Biaya Pasien Beban Kemenkes RI dan Pemerintah Daerah – indhie
  4. COVID-19: Bisnis Kecil Diproteksi, Parlemen AS Setujui Anggaran Darurat US$8,3 Miliar – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*