Covid-19 Landa Hampir Seluruh Dunia, di China Angka Infeksi Malah Turun

Seseorang dibawa dengan tandu ke ambulans di Life Care Center Kirkland, Washington, AS, pada Sabtu, 29 Februari 2020. Lebih dari 50 orang sakit dan sedang diuji virus Covid-19 COVID-19, Sabtu, 29 Februari 2020. (Foto: Elaine Thompson/AP]

BEIJING | Wabah Covid-19 meningkat di hampir seluruh dunia, tapi di China malah dikabarkan mengalami penurunan.

Iran, salah satu negara terburuk selain China yang dilanda Covid-19, kabar terbaru pada Selasa (3/3/2020) yang diinformasikan Kantor Berita Iran, IRNA, sebanyak 77 orang meninggal akibat Covid-19. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Alireza Raisi, melaporkan, di Iran sebanyak 2.336 terinfeksi Covid-19 dan 435 orang lagi dinyatakan sudah pulih.

Menurut Raisi, Gilan, Qom dan Teheran berada di urutan teratas wilayah yang terinfeksi Covid-19. Sejak tahap awal, tambah dia, lebih dari 8.532 orang telah dirawat di rumah sakit karena virus tersebut. Dari jumlah itu ada 5.737 orang telah dites, dan 2.336 orang terinfeksi virus corona positif.

Selain Iran, wabah juga menjamur di negara-negara Timur Tengah lainnya dan ditemukan pasien positif di belahan benua Afrika, seperti Tunisia, Maroko dan Mesir.

Warga Iran di Teheran, saat ini memakai masker di kehidupan sehari-hari untuk mencegah penularan Covid-19. [Foto: Davoud Ghahrdar/IRNA]
Begitu juga di belahan Eropa seperti Italia, Inggris, Perancis dan Jerman. Amerika Serikat (AS) yang diklaim sebagai negara yang memiliki proteksi kesehatan cukup tinggi, juga sedang mengalami tren kenaikan. Hingga Selasa (3/3/2020), ada 6 korban di negara bagian Washington, AS.

Sementara di benua Asia, Korea Selatan mengalami pertumbuhan kasus infeksi yang cukup tinggi, begitu juga dengan Jepang. Total, 5.186 orang di Korea Selatan dinyatakan positif virus. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) kasus Covid-19 positif .



Namun, di China, sebagai negara pusat wabah Covid-19, justru dikabarkan menurun. Kantor Berita China, XinHua, menulis pernyataan Chen Erzhen, Kepala Tim Medis Shanghai untuk Hubei, yang menyatakan, jumlah infeksi baru yang dikonfirmasi di Wuhan pada hari Ahad (1/3/2020) mencapai titik terendah baru yaitu 193 kasus. “Dan jumlah kasus yang diduga juga turun,” kata Chen Erzhen sembari menyebutnya sebagai “perubahan yang menjanjikan.”

Jumlah kasus virus baru yang diinformasikan Komisi Kesehatan Nasional China turun lagi hingga Senin (2/3/2020), dengan hanya 125 kasus baru. Ini merupakan angka terendah dalam enam minggu belakangan. Meski demikian, China masih merupakan negara tertinggi jumlah kasus Covid-19 positif dengan 80.151 kasus, 2.943 kematian, dan 2.742 pasien dibebaskan dari rumah sakit setelah disembuhkan.

Meredanya angka infeksi itu, langsung disambut optimis oleh China. Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, mengatakan negara itu memenangkan pertempuran melawan Covid-19. “Kami tidak jauh dari datangnya kemenangan,” kata Zhang Jun, seperti dikutip dari AssociatedPress, Selasa (3/3/2020). (*)


BACA JUGA:


Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. COVID-19: Sudah 9 Warganya Meninggal, AS Siapkan Anggaran Darurat Rp106 Triliun Lebih – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*