Ayana Jihye Moon, Senyum Muallaf dari Korea

Ayana Jihye Moon [Foto: instagram/@xolovelyayana]

AYANA Jihye Moon adalah seorang warga Korea Selatan, juga seorang selegram. Tampaknya, tak susah baginya untuk cepat terkenal di media sosial. Wajah oriental Korea-nya memang tampak sedap dipandang. Namun, untuk soal itu, tentu saja dia tak sendiri di dunia medsos. Kisah Ayana kian menarik dikuliti karena dia seorang muallaf, seorang yang memutuskan masuk agama Islam yang berasal dari sebuah lingkungan negara yang bukan mayoritas Islam dan tidak mempunyai kultur muslim: Korea Selatan.

Ayana membukukan kisah dirinya masuk Islam dalam buku Ayana Journey to Islam. Buku ini resmi diluncurkan di Islamic Book Fair (IBF) di Jakarta Convention Center (JCC), Ahad (1/3/2020). Dia boleh jadi terkenal dan cantik, tapi Islam membawanya ke sikap tawadhu, rendah hati. “Kalian mungkin mengenalku sebagai mualaf Korea, selebgram, atau influencer. Apapun sebutannya, aku merasa bukan siapa-siapa,” kata Ayana.

Ayana Jihye Moon dengan paspor Korea. [Foto: instagram/@xolovelyayana]
Kisah Ayana menemui Islam dimulai dari kakek dan pamannya. Dia terlahir dari keluarga yang mapan secara ekonomi. Kakek dan pamannya suka bepergian ke luar Korea Selatan. Pengalaman itu dibagi ke Ayana. Ayana mengaku tertarik dengan Timur Tengah, Irak, dan kemudian Islam. Pamannya juga seorang muallaf.

Dia menerima kisah tentang bagaimana perempuan muslim berpakaian. Ayana pun penasaran. Dia membaca buku, berita dan dokumenter, dan surfing di dunia internet. Padahal, usianya masih muda. Hingga di tingkat sekolah menengah pertama, dia sudah mencari.



Adalah buku seorang profesor Korsel mengenai Islam yang membuatnya semakin lengket dengan pencariannya. Agaknya, Ayana terobsesi. Tak hanya membaca, dia juga datang ke acara seminar atau kuliah umum si profesior. Ayana pun memang bukan seorang siswa biasa-biasa saja. “Saya selalu dapat beasiswa. Saya populer di sekolah. Tapi saya enggak bahagia,” kata Ayana.

Dan dia memutuskan masuk Islam pada 2012 di umurnya yang masih muda: 16 tahun. Namun, Korsel bukanlah negara dengan lingkungan muslim. “Cukup sulit hidup di sana sebagai seorang muslimah,” kata dia.

Ayana Jihye Moon saat berada di Masjid Nabawi Madinah Al Munawaroh. [Foto: instagram/@xolovelyayana]
Dia pun pindah ke Malaysia. Dia berkuliah di sana mengambil program studi komunikasi dan tentu saja belajar Islam. Dia juga menjalin pertemanan dengan muslim dari Indonesia. “Dengan memeluk Islam saya berubah. Mulai bersyukur, merasa damai. Saya menemukan diri saya yang mulai mencintai diri sendiri,” kata dia.

Ayana juga mengaku, dirinya yang dulu bukanlah seperti yang sekarang dikenal orang. Dia cantik dan populer pula. Tak heran, dia pun merasa dirinya yang dulu sombong. “Awalnya, saya tak pernah bersyukur dan sombong. Namun sejak memeluk Islam, saya berubah, saya tak lagi sombong, lebih suka senyum. Sebelumnya saya tak suka senyum,” ungkap Ayana.

Kini, siapa pula tak tersenyum melihat Ayana? (*)


BACA JUGA: 


Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Ayana Berikan Bukunya, Journey to Islam, ke Ustadz Abdul Somad – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*