Ekonomi Indonesia Minus 5,32%

Uang Rupiah dan Dolar Amerika. [foto: net]

JAKARTA | Ekonomi Indonesia mengalami minus sebesar 5,32% pada kuartal II 2020 dan kumulatif semester I 2020 minus 1,26%. Angka kuartal ini merupakan yang terendah sejak kuartal pertama 1999, saat krisis ekonomi melanda Indonesia yang lalu. Beberapa masa sejak Soeharto jatuh pada peristiwa reformasi 1998, ekonomi Indonesia tercatat minus 6,13%.

“Pertumbuhan kuartal II 2020 ini terkontraksi 5,32%. Kalau melacak lagi kepada pertumbuhan ekonomi secara kuartal, kontraksi 5,32 persen merupakan yang terendah sejak kuartal I 1999,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, dalam konferensi video pada Rabu (5/8/2020).



Data BPS juga menyebutkan, ekonomi Indonesia kuartal II 2020 berbanding terbalik dengan kuartal II 2019 yang masih tumbuh 5,05%. Begitu pula jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang masih tumbuh 2,97%. “Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 alami kontraksi 5,32% dan kumulatif semester I 2020 kontraksi 1,26%,” katanya.

Sementara itu, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 ini juga tidak sesuai ekspektasi pemerintah. Kementerian Keuangan sebelumnya pernah memprediksi ekonomi domestik hanya minus 3,5%-5,1% dengan titik tengah minus 4,3%.

Sementara, Bank Indonesia (BI) juga memprediksi kontraksi ekonomi Indonesia tak sampai 5% pada kuartal II 2020. Mereka memproyeksikan ekonomi minus 4%-4,8%. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*