Vaksin Covid-19, Amerika Suntik Perusahaan Johnson&Johnson Rp14,6 Triliun Lebih

Janssen Pharmaceutica milik perusahaan raksasa Amerika Serikat, Johnson & Johnson. [foto: net]

WASHINGTON | Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan menggelontorkan uang tambahan sebesar US$1 miliar (sekitar Rp14,6 triliun lebih dengan kurs Rp14.600/US$) untuk vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh perusahaan raksasa AS, Johnson&Johnson (J&J). Kesepakatan tambahan uang ini diteken pada Rabu (5/8/2020) waktu AS.

Dilansir dari kantor berita AFP pada Kamis (6/8/2020), nilai itu sebagai jaminan untuk mendapatkan 100 juta dosis vaksin. Pemerintah AS juga memiliki opsi untuk memperoleh dosis tambahan yang cukup untuk memberi vaksin kepada 300 juta orang.

Ini merupakan investasi baru. J&J, melalui anak perusahaannya Janssen Pharmaceutica, sebelumnya telah menerima US$456 juta (sekitar Rp6,6 triliun lebih) pada Maret 2020 lalu. Uang tambahan ini akan meningkatkan produksi vaksin sehingga dosis siap untuk pengiriman jika vaksin tersebut menerima persetujuan peraturan.

Janssen adalah perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Beerse, Belgia, yang didirikan sejak 1953 oleh Paul Janssen. Pada 1961, Janssen dibeli oleh perusahaan AS, J&J, dan menjadi bagian dari Litbang Farmasi Johnson & Johnson (Janssen Research and Development).



Dengan kesepakatan terbaru ini, Presiden AS Donald Trump telah menyepakati uang US$9,4 miliar (Rp137,2 triliun lebih) untuk pasokan vaksin Covid-19 dengan dengan lima perusahaan. Angka ini dapat memberikan setidaknya 700 juta dosis vaksin. Seluruh kesepakatan merupakan bagian dari Operation Warp Speed yang dibuat oleh pemerintah AS.

Anthony Fauci, pimpinan Satuan Tugas Coronavirus Gedung Putih AS, mengatakan, dia sangat optimis akan sukses. “Menjelang akhir tahun, awal 2021, kita akan tahu apakah mereka memiliki vaksin yang aman dan efektif,” kata Fauci pada Rabu (5/8/2020).

Selain vaksin, AS juga telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun lokasi manufaktur, perusahaan yang membuat jarum suntik dan botol kecil, hingga untuk pengembangan perawatan.

Mereka juga membeli hampir semua stok obat antiviral remdesivir yang akan diproduksi hingga September. Obat tersebut adalah pengobatan pertama yang terbukti bermanfaat melawan COVID-19. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*