Hari Ini, 26 Agustus 1883, Gunung Krakatau Meletus

Anak gunung Krakatau.

INDHIE | Pada 26 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan dahsyat. Ledakan ini juga mengakibatkan gelombang tsunami terbesar yang tercatat di Indonesia sebelum tsunami Aceh 26 Desember 2004.

Letusan Krakatau dimulai pada Ahad sore tanggal 26 Agustus 1883 dan memuncak pada pagi hari Senin, 27 Agustus 1883. Lebih dari 70% pulau dan kepulauan sekitarnya hancur saat runtuh menjadi kaldera. Aktivitas seismik tambahan dilaporkan berlanjut hingga Februari 1884.

Sekitar pukul 13:00 tanggal 26 Agustus, Krakatau memasuki fase paroksismal. Pada pukul 14:00, awan hitam abu bisa terlihat setinggi 27 kilometer. Pada titik ini, letusannya hampir terus-menerus dan ledakan bisa didengar setiap sepuluh menit atau lebih. Kapal-kapal dalam jarak 20 km (12 mil) dari gunung berapi dilaporkan menerima kejatuhan abu berat dengan potongan batu apung panas berdiamter 10 cm di geladak mereka. Antara jam 18:00 dan 19:00, tsunami kecil menghantam pantai Jawa dan Sumatra, sekitar 40 km (25 mil) dari Krakatau.



Pada 27 Agustus, empat ledakan besar terjadi, yang menandai puncak dari letusan itu. Pada pukul 5:30 pagi, ledakan pertama terjadi di Perboewatan, memicu tsunami yang langsung menuju Telok Betong (Bandar Lampung). Pada pukul 6:44 pagi, Krakatau meledak lagi di Danan, dengan akibat tsunami yang membentang ke timur dan barat. Ledakan ketiga dan terbesar, pada pukul 10:02 pagi, begitu dahsyat sehingga terdengar di jarak 3.110 km (1.930 mil) di Perth, Australia Barat, dan pulau Rodrigues di Mauritius yang berjarak sekitar 4.800 km (3.000 mil) dari lokasi. Namun, ledakan itu dianggap sebagai tembakan meriam dari kapal terdekat.

Ledakan ketiga dilaporkan sebagai suara paling keras yang didengar pada zaman modern. Sebanyak 79 suara ledakan yang terdengar 160 km (100 mil) dari gunung berapi telah dihitung sebesar 180 dB. Konon, jika ada orang yang berdiri 10 mil (16 kilometer) dari letusan gunung berapi, suara ledakan itu akan membuat tuli. Setiap ledakan disertai dengan tsunami yang diperkirakan setinggi lebih dari 30 meter (98 kaki).

Energi yang dilepaskan dari ledakan itu diperkirakan sama dengan sekitar 200 megaton TNT, kira-kira empat kali lebih kuat dari Tsar Bomba, senjata termonuklir paling kuat yang pernah diledakkan.

Bencana ini, letusan gunung berapi dan tsunami, diperkirakan menelan korban setidaknya 36.417 jiwa. (*)


sumber: wikipedia

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply