Hari Ini, 26 Desember: Tsunami Menggulung Aceh 17 Tahun Lalu

Masjid di tepi pantai pasca Tsunami Aceh menerjang di 26 Desember 2004. [Joel Sagget/AFP/GettyImages/DW]

26 DESEMBER 2004. Pada tanggal itu Aceh digulung gelombang tsunami yang begitu besar. Tsunami yang terjadi 17 tahun itu pada hari yang sama dengan hari ini, Ahad, begitu memilukan hati.

Korban jiwa begitu banyak sehingga data statistik yang menunjukkan jumlah korban terkadang hanya dilihat sebagai angka semata dan bukannya tragedi. US Geological Survey memerkirakan sebanyak 227.898 orang, tidak hanya di Aceh saja, telah meninggal dunia akibat tsunami ini. Mereka berasal dari 14 negara, Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Maladewa, Malaysia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, Afrika Selatan, Yaman, hingga Kenya.

Korban bukan dari negara-negara itu saja. Warga Eropa dan dunia yang sedang berlibur di kawasan terdampak tsunami juga menjadi korban. Namun, Aceh menjadi korban terbesar.

Namun, dua ratusan ribu korban jiwa bukanlah sekadar angka. Suami kehilangan istri, istri menangisi suami, ayah ibu meratapi anaknya, dan sebaliknya anak-anak menjadi yatim piatu, teman kehilangan kawan, dan seterusnya. Barangkali, air mata kehilangan dan kesedihan akibat tsunami itu jauh lebih deras dari gelombang tersebut. Air mata yang menyimpan memori duka yang begitu dalam.



Dalam catatan, tsunami terjadi sekitar 30 menit, dengan ketinggian mencapai 30 meter. Gelombang besar dan cukup lama itu mengalir dengan kecepatan yang diperkirakan sekitar 360 kilometer per jam. Jangankan lari manusia, bahkan itu melebihi kecepatan mobil dan sepeda motor.

Tsunami didului oleh gempa bumi di Samudra Hindia yang terjadi pada pukul 07:58:53 WIB dengan episentrum di lepas pantai barat Sumatra, antara pulau Simeulue dan Sumatra, Indonesia. Gempa berskala 9,1–9,3 dalam skala kekuatan Momen dan IX (Violent) dalam skala intensitas Mercalli. Tercatat, ini adalah gempa bumi terbesar ketiga yang pernah tercatat di seismograf dengan durasi patahan terpanjang sepanjang sejarah (antara 8,3 menit-10 menit), gempa terbesar kedua dalam 100 tahun terakhir.

Dalam jurnal Marine Geology, para ilmuwan yang menyelidiki kerusakan di Aceh membuktikan bahwa gelombang di Aceh mencapai ketinggian 24 meter saat menghantam daratan, kemudian meninggi hingga 30 meter di sejumlah daerah ketika menyapu daratan. Tsunami Society menghitung, total energi gelombang tsunami ini setara dengan lima megaton TNT (20 petajoule), dua kali lipat lebih besar daripada total energi semua bahan peledak yang dipakai selama Perang Dunia II termasuk dua bom atom. Tsunami besar melanda Indonesia disebut-sebut terakhir diakibatkan oleh letusan gunung Krakatau tahun 1883.

Lebih dari setengah juta orang di Aceh harus mengungsi. PBB menyatakan tsunami Aceh 2004 sebagai salah satu bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Allahumaghfirlahum warhamhum waafihim wa’fuanhum. Allahumaghfirlahunna warhamhunna wa’afihina wa’fuanhuna. (*)

Cari di INDHIE