Masyarakat Lau Cih Simalingkar Harap Diprioritaskan Miliki Perumahan PTPN2 di Bekala

Tokoh masyarakat Lau Cih, Ramlan Purba, berfoto bersama Kuasa Hukum PTPN2 Sastra SH MKn usai pengembalian lahan yang dikuasainya kepada PTPN2, pada Jumat (7/8/2020). [Foto: Hendra]

PANCURBATU | Masyarakat Lau Cih Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, berharap diprioritaskan dalam kemudahan memiliki rumah di perumahan yang bakal dibangun di atas lahan seluas 854,26 hektare di kawasan tersebut.

Hal itu dikatakan masyarakat Lau Cih, Ramlan Purba (62) usai mengembalikan lahan yang digarapnya setelah zaman reformasi dulu kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 2 di lokasi area lahan kebun yang dikuasainya, pada Jumat (7/8/2020). Hadir saat itu, Kuasa Hukum PTPN2, Sastra SH MKn, didampingi Kabag Humas PTPN2, Sutan BS Panjaitan SE.

“Karena tujuannya untuk kepentingan umum, saya rela menyerahkan lahan ini kepada PTPN2. Tapi jangan ada pilih kasih, karena saya lihat di kawasan area ini masih ada mafia tanah yang menguasai berhektar-hektar,” tegas Ramlan.




Ramlan menyebutkan, area tersebut dahulunya mereka ketahui dikuasai pengelolaannya oleh PTPN 2. “Memang kami disini juga telah berpuluh-puluh tahun menguasai, tapi sekarang ini mau diambil kembali. Kami harus sukarela mengembalikan kembali kepada PTPN 2, dengan catatan masyarakat Lau Cih diutamakan untuk mendapatkan perumahan disini,” sebutnya.

Keturunan Raja Purba penduduk asli daerah tersebut juga meminta kepada PTPN 2 untuk membersihkan area lahan yang digarap masyarakat luar dan bukan penduduk setempat. “Bersihkan. Kita tahu batas-batas di area ini, karena kita lahir di daerah ini. Asli moyang kita sini. Kalau kami diambil yang lain tidak, ini tidak adil. Ada apa?” sebut Ramlan yang menyebutkan selama ini lahan yang digarapnya ditanami sawit, jagung, ubi dan lainnya.

Ramlan juga berharap kepada Direksi PTPN2 agar di lahan area lahan tersebut dilengkapi fasilitas umum berupa lapangan bola sebagai sarana olahraga dan area pekuburan. “Masyarakat Lau Cih pasti sangat senang,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PTPN2, Sastra SH MKn, mengimbau kepada masyarakat yang lainnya dapat mengikuti jejak seperti beberapa masyarakat Lau Cih salah satunya Ramlan Purba yang telah mengembalikan lahan yang dikuasainya dan sukarela menerima tali asih dari PTPN2.

“Kami berharap kepada pihak Kementerian BUMN agar benar-benar diperhatikan. Kami melihat, pihak-pihak yang menduduki lahan ini semua adalah orang luar dan bukan orang dalam (penduduk setempat). Jika ini dibiarkan sangat dikhawatirkan menjadi konflik orizontal antara masyarakat itu sendiri,” ungkap Sastra.

Dijelaskan, terjadi kecemburuan antara masyarakat lokal yang menguasai area lahan tersebut tergusur oleh masyarakat yang datang dari berbagai daerah yang di kordinir pihak-pihak tertentu menduduki area tersebut.

“Kami berharap dari Kementerian BUMN memperhatikan derita PTPN2 dan dua anak perusahaannya yang diberi tugas tanggung jawab dalam hal ini. Karena masalah hukum susah clear dan di bawa ke masalah politis,” jabarnya.

Dijelaskan, PTPN2 dalam hal ini mengapresiasi memberikan tali asih kepada tokoh masyarakat Lau Cih yang telah mengembalikan lahan yang dikuasainya kepada PTPN2. “Harapan masyarakat Lau Cih tentu menjadi perhatian kami dan tentunya dalam pelaksanaan proses memiliki rumah murah ini mendapat prioritas dan kemudahan, yang tentunya sesuai peraturan dan prosedur pengajuannya,” jelas Sastra.

Diketahui, sebanyak 30 ribu rumah bakal dibangun di atas lahan seluas 854,26 hektare di Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

“Lahan seluas 854,26 hektare di kawasan tersebut masih berstatus Hak Guna Usaha (HGU) hingga tahun 2034. Hal ini tertuang dalam sertifikat Nomor 171,” ungkap Sutan BS Panjaitan SE.

Menurut Sutan, pembangunan tersebut bertujuan untuk pemerataan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Simalingkar A, Desa Durin Tunggal dan Desa Namo Bintang, Kabupaten Deliserdang.

“Di kawasan ini juga nantinya sudah di rencanakan pembangunan rumah sakit dan jalur perlintasan kereta api. Ini bertujuan kawasan tersebut menjadi kawasan mandiri,” jelasnya. (*)


Laporan: Hendra

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*