Kebun PTPN2 Sei Semayang 50 Ha Dibersihkan, 8 Ha Sudah Ditanami Tebu

Alat berat digunakan untuk membersihkan lahan Kebun Sei Semayang PTPN2 sejak Rabu, 11 Maret 2020 lalu. [Foto: Hendra]

DELISERDANG | Seluas 50 hektare (ha) lahan Kebun Sei Semayang PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 2 di Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deli Serdang, dibersihkan sejak Rabu (11/3/2020) kemarin. Dari lahan itu, seluas 8 ha lahan sudah ditanami tebu.

“Ini hari ketiga kegiatan pembersihan dalam pemenuhan target produksi gula di lahan seluas 434,48 hektare areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 di Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deli Serdang,” kata Kordinator Humas PTPN2, Sutan Panjaitan, di lahan Kebun Sei Semayang, pada Jumat (13/3/2020).

Setelah seluruh lahan dibersihkan, maka lahan itu akan ditanami tanaman tebu. “Ini seiring sudah kembali beroperasinya Pabrik Gula Sei Semayang. Rencana kita bisa tercapainya swasembada gula nasional. Pabrik Gula Sei Semayang memiliki kapasitas 4 ribu ton tebu. Tahap awal, PTPN2 akan melakukan penggilingan 3.500 ton tebu dengan hasil 245 ton gula,” imbuh dia.

Didampingi Asisten Umum Kebun Sei Semayang, Indra Gunawan, dan Pengacara PTPN2, Sastra SH MKn, dijelaskan, kegiatan ini menurunkan 10 alat berat eskavator dan johndeer yang dioperasikan untuk meratakan tanaman yang sebelumnya yang dipakai warga dan penggarap. Dua bangunan semipermanen turut dirubuhkan. Sedangkan satu unit bangunan permanen dipertahankan untuk rencana pendirian Kantor Afdeling.



“Kegiatan pembersihan lahan ini mendapat pengawalan petugas TNI/Polri. Kegiatan berjalan aman dan lancar. Pembersihan lahan ini untuk meningkatkan produksi gula. Lahan itu masuk dalam HGU dengan nomor sertifikat 92 yang masa berakhir tahun 2028 mendatang,” ungkap Sutan Panjaitan.

Kegiatan pembersihan lahan ini mendapat pendampingan dari aparat TNI-Polri berjumlah lebih kurang 1.000 personel selama berjalannya perataan lahan.

Pihak PTPN2 mengaku sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang menanam di lahan HGU tersebut. Saat itu, empat masyarakat penggarap bersedia mendapatkan dana tali asih ganti tanaman.

“Tiga orang sudah menerima tali asih ganti tanaman, sedangkan seorang lagi masih dalam proses. Kita sudah sosialisasikan terus dengan warga sekitar yang selama ini memanfaatkan lahan. Mereka yang menjadi pemilik tanaman dan bangunan semi permanen diminta untuk melapor agar diberikan tali asih,” paparnya. (*)


Laporan: Hendra


BACA JUGA:


Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*