COVID-19: Italia Karantina Milan, Venesia, dan Beberapa Wilayah Utara Italia

Beberapa prajurit militer berada di lapangan Duomo, Milan, setelah pemerintah memberlakukan karantina di bagian utara negara itu, Ahad, 8 Maret 2020, waktu setempat. [Foto: Flavio Lo Scalzo/Reuters/RFI]

ROMA | Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, resmi menandatangani dekrit karantina untuk mencegah penyebaran Coronavirus Desease 2019 (COVID-19) untuk seluruh wilayah utara Italia, pada Ahad (8/3/2020) dinihari waktu setempat. Area-area yang dikarantina itu termasuk Milan, kota utama di Provinsi Lombardy, dan Venesia, dan beberapa kota lainnya. Kawasan utara Italia mempunyai populasi penduduk sekitar 16 juta orang. Tindakan karantina ini akan diberlakukan sampai 3 April 2020.

Dalam laporan AssociatedPress, pada Senin (9/3/2020), tindakan karantina itu juga akan menghentikan segala bentuk pertemuan dan tempat umum seperti pesta pernikahan umum, museum, bioskop, pusat hiburan malam dan pusat perbelanjaan di kawasan itu. Meski demikian bandara udara dan stasiun kereta api, masih beroperasi.

Namun, para turis yang berada di kawasan itu, juga masih diperbolehkan pulang ke tempatnya masing-masing. Pembolehan kembali pulang juga juga berlaku bagi warga setempat yang sedang berada di luar dan ingin kembali ke kawasan utara Italia.

Hal itu dilakukan setelah pihak berwenang Italia melakukan pengujian massal dan menemukan lebih dari 7.300 warganya telah infeksi Covid-19, dan hampir sama dengan kasus yang menimpa Korea Selatan. Korban meninggal di Italia hingga akhir Ahad (8/3/2020) kemarin dilaporkan naik menjadi 366 orang.



Dalam laporan BBC pada Ahad (8/3/2020), Kepala Staf Angkatan Bersenjata Italia, Salvatore Farina, dikabarkan sudah terjangkit COVID-19. Salvatore Farina diinformasikan mengisolasi dirinya sendiri.

Bahkan, kantor berita Turki, Anadolu Agency, mengabarkan pada Senin (9/3/2020), tidak hanya Salvatore Farina saja yang positif, melainkan elit politik Italia lainnya, seperti Presiden wilayah Piedmont Italia, Alberto Cirio.

Pemberlakuan karantina pada suatu wilayah sebelumnya terjadi di Wuhan, Hubei, China. China mengunci seluruh wilayah pusat penyebaran awal COVID-19 itu. Saat ini, kasus infeksi baru di China dilaporkan telah mereda. (*)


BACA JUGA:


Bagikan:

Cari di INDHIE

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pembukaan Senin, Pasar Saham Global Menukik Jatuh – indhie
  2. COVID-19: China Berhasil Tekan Jumlah Pasien, 14 RS Sementara Ditutup – indhie
  3. COVID-19: Di Indonesia Hari Ini Positif 34 Kasus, 1 Meninggal – indhie
  4. #COVID-19, UEFA: Liga Eropa Malam Ini, Inter-Getafe dan Sevilla-Roma, Batal – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*