Skandal Lockheed: Gurita Suap Perusahaan Amerika dan Jatuhnya Rezim Politik

Ilustrasi Skandal Lockheed. [sumber foto: net]


penulis: Nirwansyah Putra
~ indhie


 

Lockheed Coorporation merupakan perusahaan Amerika Serikat (AS) yang juga terbesar di dunia, dengan basis industri pertahanan. Skandal Lockheed mencakup serangkaian suap yang begitu menggurita dilakukan Lockheed mulai akhir 1950-an hingga dekade 1970-an dalam proses negosiasi penjualan pesawat. Diperkirakan, Lockheed menggelontorkan total uang suap hingga 38 Juta Dolar AS. Skandal itu melibatkan intrik politik di AS serta berpengaruh besar terhadap pergolakan politik di beberapa negara yang menjalin bisnis dengan Lockheed di antaranya Jerman Barat, Italia, Belanda, Jepang, Mesir dan lain-lain.

* * *

Pada 1977, Presiden Amerika Serikat (AS), Jimmy Carter meneken Foreign Corrupt Practices Act atau Undang-Undang Praktik Korupsi Asing. UU ini melarang adanya komisi dan pembayaran lain yang bertujuan membuat pejabat asing mempengaruhi keputusan kontrak bisnis.

UU ini dipakai oleh pengadilan AS sewaktu Lockheed –perusahaan yang didirikan pada 1926 dan pasca merger menjadi Lockheed Martin– dibawa ke persidangan. Di hadapan Hakim Distrik Atlanta, Amerika Serikat (AS),  Marvin H. Shoob, Lockheed mengakui menyuap seorang anggota Parlemen Mesir dengan uang 1 Juta Dolar AS untuk mendapatkan pengaruhnya dalam membantu Lockheed menjual tiga pesawat angkut C-130 Hercules ke Mesir pada tahun 1989.



Kontraktor militer AS ini juga mengakui memalsukan dokumen untuk menyembunyikan pembayaran politisi Mesir itu. Selain mengaku bersalah, Lockheed juga menegaskan akan memperkuat kebijakan dan prosedurnya untuk memastikan tidak terulangnya pelanggaran serupa di masa depan.

Pada Jumat 13 Januari 1995 waktu setempat, Lockheed terpaksa menyetujui membayar denda 24,8 Juta Dolar AS sebagai hukuman karena melanggar Undang-Undang Praktik Korupsi Asing ini. Lockheed juga bersedia untuk meminta maaf ke depan publik.

Total denda 24,8 Juta Dolar AS ini terdiri dari denda kriminal 21,8 Juta Dolar AS dan penyelesaian perdata sebesar 3 Juta Dolar AS. Nilai denda ini, hingga 1995 lalu, “Merupakan pembayaran terbesar yang pernah dilakukan perusahaan di AS sejak UU Praktik Korupsi Asing diberlakukan pada 1977,” kata juru bicara Departemen Kehakiman AS, John Russell, di Washington, seperti dikutip dari arsip pemberitaan Los Angeles Times edisi 28 Januari 1995.

Sebelum UU Praktik Korupsi Asing ini disahkan, Lockheed juga pernah terlibat kasus penyuapan pejabat asing. Koran Washington Post, edisi 27 Mei 1977, memberitakan, pejabat tinggi Lockheed mengarahkan program suap dengan total pembayaran 38 Juta Dolar AS dalam kerangka penjualan pesawat Lockheed kurun tahun 1970-1975. Praktek ini diperkirakan sudah dimulai sejak akhir 1950-an. Sebagian besar pembayaran itu dieksekusi pasca 1969 ketika keuangan Lockheed memburuk.

Sumber-sumber lain menyebut, Lockheed bahkan konon sampai mengeluarkan dana antara 147 Juta-165 Juta Dolar AS, dalam program suap ke pejabat di seluruh dunia dalam rangka penjualan pesawat mereka. Angka 165 Juta Dolar AS disebut-sebut sebagai total komisi penjualan pesawat Lockheed antara 1970-1975 yang sebagian besar terkait penjualan di Arab Saudi.  Nama pengusaha Saudi, Adnan Khashoggi, sempat disebut-sebut. Namun, angka 38 Juta Dolar AS yang disebut koran Washington Post, adalah versi pengadilan. Sementara koran New York Times, menyebut angka paling tidak 25 Juta Dolar AS.

* * *

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. AS-China Sepakat Perang Dagang Berhenti Sementara – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*