Sah, Zulfahri Siagian Ketua DPD HNSI Sumut

Budi Yanto SH, Wakil Sekretaris DPD HNSI Sumut. [foto: naga/ist]

MEDAN | Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), mengesahkan Zulfahri Siagian SE menjadi Ketua DPD HNSI Sumatera Utara tahun 2020.

Hal itu sesuai dengan surat DPW HNSI dengan nomor KEP-186/DPP-HNSI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum, Mayjen TNI Pur M Yussuf Soliehien M. MBA PhD dan Sekretaris Jendral, Dr Ir Anton Leonard SP MM.

Wakil Sekretaris HNSI Sumut, Budi Yanto SH kepada wartawan, Kamis (23/1/2020) menyampaikan ultimatum agar kepengurusan yang telah berlalu atau lama tak lagi kerap membawa bawa simbol atau nama HNSI kemanapun.

“Untuk itu, kepengurusan HNSI Sumut yang lama dengan sendirinya sudah berakhir masa baktinya, dan saat ini telah ada kepengurusan HNSI Sumut yang baru, dinakhodai oleh Bung Zulfahri Siagian SE. Jadi kita meminta pengurus lama tak membawa nama organisasi dalam kepentingan pribadinya,” ucap Wakil Sekertaris, Budi Yanto.



Budi menyampaikan, ultimatum tersebut juga sampai kepada seluruh pengurus HNSI Kabupaten/Kota yang ada di Sumut.

“Dari pengurusan wilayah hingga ke daerah kiranya mematuhi aturan yang telah ditetap DPP HNSI. Dan bagi pengurus HNSI Sumut yang lama, kami harap tidak membawa- bawa nama serta atribut HNSI Sumut lagi. Seperti salah satu mantan wakil ketua yang memberikan stetmen di salah satu media online beberapa waktu lalu,” himbaunya.

Ke depan, tegas Budi, jika pengurus lama HNSI Sumut tetap memberikan statemen di media massa dengan membawa nama HNSI Sumut akan dilaporkan ke penegak hukum.

Terkait tupoksi program HNSI, Budi menyampaikan, dalam waktu dekat ini akan melakukan kordinasi dengan seluruh pengurus DPD HNSI Sumut dan pengurus Kab/kota. “Kami akan mengadakan pertemuan kepada seluruh pengurus, baik tingkat Sumut maupun Kab/kota untuk berkordinasi tentang kepengurusan yang baru ini,” pungkas Budi Yanto. (*)


Laporan: Harma Sinaga

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*