Pengusiran Rusdi Sinuraya, Ketum HMI Medan Kecewa pada Akhyar Nasution

Rizki Akbar Maulana Siregar. [foto: hendra/ist]

MEDAN | Aksi pengusiran terhadap Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya yang dilakukan oleh Satpol PP di Kantor PD Pasar, Senin (27/1/2020) menjadi perhatian banyak pihak. Rizki Akbar Maulana Siregar, Ketua Umum HMI Cabang Medan, pun angkat bicara soal peristiwa itu.

Menurut Rizki, selaku mahasiswa Kota Medan yang memiliki peran sebagai kontrol sosial mereka merasa kecewa atas apa yang terjadi. “Miris dengan sikap yang diambil oleh Pemko Medan, dalam hal ini Plt Walikota Medan Akhyar Nasution. Harusnya bisa lebih bijaksana dalam menyingkapi,” terang Rizki Akbar dalam keterangannya, Selasa (28/1/2020).

Selain harus bijaksana, lanjut Rizki, Pemko Medan harus menyikapi adanya putusan sela PTUN yang telah dikeluarkan. Yang mana, putusan itu harus ditaati dan diindahkan. Karena itu merupakan produk hukum yang sah mengingat Indonesia adalah negara hukum.

“Maka sudah sepatutnya Pemko Medan yang dalam hal ini Plt Walikota Medan juga harus mentaati apapun itu yang sudah menjadi keputusan hukum. Agar tidak menimbulkan konflik interest di tengah kehidupan masyarakat seperti saat ini,” katanya.



Bagi Rizki, Medan dengan jargon “Rumah Kita” harusnya dapat termanifestasi lewat sikap kepemimpinan birokrasinya. Terkhusus Pemko Medan dalam hal ini Plt Walikota Medan Akhyar Nasution. “Harusnya mampu mewujudkan sikap yang lebih humanis dan merakyat. Bukan dengan sebaliknya, sikap yang lebih emosional cenderung arogan dan bergaya bar-bar. Sebab Kota Medan adalah Kota yang berbudaya, beradab dan berpendidikan tinggi,” paparnya.

“Masih hangat dalam ingatan masyarakat Kota Medan, Plt Walikota Medan bersikap arogansi kepada wartawan ketika diwawancarai setelah menjenguk Zulmi Eldin dalam sidangnya terkait kasus suap. Dan juga kurang santunnya dalam berkomunikasi di depan publik yang mana seharusnya hal ini tak boleh terjadi dikarenakan beliau merupakan tokoh publik,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya bersama Kelompok Mahasiwa Cipayung Kota Medan saat ini sedang fokus membuat wadah kreatif anak muda Kota Medan lewat pasar tradisional yaitu “Kampung Milenial”. Ide seperti inilah menurut Rizki yang harusnya banyak diproduksi oleh Pemko Medan.

“Bukan sebaliknya cenderung memproduksi kegaduhan dan kontroversi lainnya. Dengan melihat fenomena ini, maka kami menduga bahwa sikap yang diambil oleh Plt Walikota Medan sarat akan kepentingan dan bernuansa politis. Medan membutuhkan suasana yang kondusif dan damai dalam membuat kemajuan bukan sebaliknya sebab Medan adalah “Rumah Kita”,” tandasnya. (*)


Laporan: Hendra

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*