Dibombardir Serangan Udara, 33 Tentara Turki Tewas di Idlib, Suriah

Pasukan militer Turki di Provinsi Idlib, Suriah. Serangan Suriah pada Kamis, 27 Februari 2020 terjadi di selatan kota Idlib. [Foto: Ghaith Alsayed/AP/NewYorkTimes]

ANKARA | Paling tidak sebanyak 33 orang pasukan militer Turki tewas setelah serangan udara Pasukan Suriah terjadi Kamis (27/2/2020) malam sebelumnya di selatan Idlib, provinsi yang terletak di barat laut Suriah. Ini merupakan jumlah tertinggi kematian pasukan Turki hanya dalam satu hari sejak Turki ikut masuk dalam Konflik Suriah pada 2016.

Sejak Februari ini, sebanyak 54 tentara Turki telah tewas di Idlib. Turki langsung meminta pembicaraan darurat dengan NATO pada Jum’at (28/2/2020) ini. Demikian dikabarkan dari kantor berita AssociatedPress (AP), pada Jumat (28/2/2020).

Rhami Dogan, Gubernur Provinsi Hatay, Turki, yang berbatasan dengan wilayah Idlib, Suriah, mengatakan, selain korban tewas, sebanyak 32 tentara yang terluka sedang dirawat di rumah sakit.



Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dikabarkan, langsung mengadakan pertemuan keamanan darurat selama enam jam di ibukota Turki, Ankara, pada Kamis (27/2/2020) malam waktu setempat. Lalu, Menteri Luar Negeri Turki, Mevult Cavusoglu, langsung menghubungi Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. Sedangkan elit Turki lainnya dikabarkan berbicara dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, A. Robert O’Brien.

Kantor Berita Suriah, SANA, memberi laporan, pasukan Suriah pada saat itu sedang menangkis serangan yang dilancarkan kelompok-kelompok teroris yang didukung Turki.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berbicara kepada para pendukungnya di parlemen, di Ankara, Turki, Rabu, 26 Februari 2020. (Foto: Burhan Ozbilici/AP]

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, mereka sebelumnya diberitahu bahwa tidak ada unit militer Turki di daerah itu dan memang seharusnya tidak berada di sana. Rusia juga menyangkal mereka telah melakukan serangan udara ke daerah itu.

Turki selama ini merupakan pendukung utama oposisi Suriah sementara Rusia telah memberikan dukungan militer kepada Suriah selama beberapa minggu di Idlib. Diinformasikan, akibat konflik ini, jumlah pengungsi telah mencapai 950.000 orang dan menewaskan ratusan warga sipil.

Turki sendiri merupakan salah satu negara tujuan utama pengungsi akibat konflik di Suriah. Saat ini, diinformasikan, mereka menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah. Gelombang pengungsi juga mencapai kawasan Eropa lainnya. Karena itu, pada 2016 lalu, Uni Eropa telah melakukan kesepakatan dengan Turki untuk meningkatkan upaya menghentikan aliran pengungsi ke Eropa. (*)


BACA JUGA:


 

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Putin dan Erdogan Bertemu Pascabentrok di Idlib, Suriah – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*