AS-China Sepakat Perang Dagang Berhenti Sementara

Kesepakatan penghentikan Perang Dagang AS-China diteken di Washington, AS, pada Rabu (15/1/2020) oleh Presiden AS, Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He. [foto: Evan Vucci/AP Photo]

WASHINGTON | Amerika Serikat (AS) dan China sepakat menghentikan sementara Perang Dagang antara kedua negara tersebut, pada Rabu (16/1/2020) waktu setempat di Gedung Putih, Washington, AS.

Perjanjian yang berisi delapan item itu ditandatangani Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, yang membawa langsung dan membacakan surat surat dari Presiden China, Xi Jinping.

Dalam surat itu, Xi Jinping mengatakan, perjanjian itu baik untuk China, untuk AS dan untuk dunia. “Hal ini juga menunjukkan dua negara ini mampu bertindak atas dasar kesetaraan dan saling menghormati,” demikian Xi Jinping, seperti dilansir dari kantor berita Asociated Press (AP), pada Kamis (16/1/2020).

Gencatan senjata sementara ini dilakukan Trump di tengah hubungan memanas antara AS dan Iran, dan persoalan dalam negeri yang dihadapinya: pemakzulan dan kampanye Pemilihan Presiden AS.




BACA JUGA:


Perang Dagang AS-China saat ini sudah berlangsung selama dua tahun yang dimulai di masa pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Perang ini saat ini telah mengakibatkan guncangan ekonomi dan menahan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Meski diteken, Trump tetap menerapkan tarif pada China sekitar US$370 miliar atau sekitar tiga perempat ekspor Tiongkok ke AS. Walau, perjanjian itu juga membuka kemungkinan penurunan tarif yang akan dinegosiasikan nanti. Pembicaraan lanjutan direncanakan dilanjutkan setelah Pilpres AS pada November 2020 mendatang.

“Tarif yang tersisa akan dilepaskan jika pembicaraan selanjutkan menghasilkan kesepakatan kedua,” katanya setelah pertemuan dengan China tersebut, seperti dikutip dari The Wall Street Journal. Dia menyebut, kesepakatan awal ini merupakan langkah penting yang belum pernah diambil sebelumnya.

China juga sepakat akan meningkatkan impor mereka dari AS sekitar US$200 Miliar selama dua tahun (2020 sebesar US$77 Miliar dan 2021 sebanyak US$123 miliar).

Pada 2017, sebelum Perang Dagang dimulai, nilai ekspor AS ke China mencapai US$186 miliar. Untuk memenuhi target kesepakatan di awal 2020 ini, AS harus meningkatkan ekspor mereka China sebesar US$263 miliar di 2020 dan US$309 miliar di 2021.

Pasar saham sendiri bereaksi positif perjanjian ini meski dengan langkah hati-hati. “Pada dasarnya, kami sudah diberitahu berulangkali kalau perjanjian ini sudah disepakati,” kata Mike O’Rourke, Kepala Strategi Pasar Jones Trading. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Ini Poin-poin Kesepakatan Penghentian Perang Dagang AS-China – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*