Diduga Ada 3 Ribu Pedofil di Gereja Katolik Prancis Selama 70 Tahun Terakhir

Komisi CIASE Perancis. Dari kiri: psikiater Jean-Pierre Winter, hakim Antoine Garapon, Presiden CIASE Jean-Marc Sauve, dan Sekretaris Jenderal CIASE Sylvette Toche. [Foto: Jacques Demarthon/AFP/France24]

PARIS | Gereja Katolik Prancis diduga memiliki 3.000 pedofil dalam jajarannya selama 70 tahun terakhir. Demikian diungkapkan Presiden Komisi Independen Pelecehan Seksual di Gereja (Commission indépendante sur les abus sexuels dans l’Église/CIASE) Perancis, Jean-Marc Sauve, kepada surat kabar Journal du Dimanche dalam wawancara yang dipublikasikan pada Ahad, 3 Oktober 2021, seperti dilansir dari Reuters pada Selasa (5/10/2021).

Komisi Prancis ini disebutkan akan mempublikasikan temuannya pada Selasa 5 Oktober ini, setelah bekerja selama 2,5 tahun. Mereka menyelidiki tuduhan pelecehan hingga ke tahun 1950-an lampau. “Kami memperkirakan jumlah (para pedofil) mencapai 3.000 dari 115.000 pastor dan pejabat agama, hingga ke tahun 1950-an,” kata Jean-Marc Sauve.

Dilansir dari France24, Sauve mengatakan, dalam laporan tim mereka yang berisi 2.500 halaman telah berusaha untuk mengukur jumlah pelaku dan korban.

“Kami harus melintasi perspektif sejarah, sosiologis, medis dan psikiatris,” kata Sauve, seperti dikutip dari CNN, “Kami banyak bekerja dengan para korban, dan kami tidak mendelegasikan tugas mendengarkan semua korban ke laboratorium penelitian. Tentu saja, laboratorium penelitian melakukan beberapa audiensi, tetapi kami melakukan sejumlah besar audiensi sendiri.”



Komisi ini bernama Commission indépendante sur les abus sexuels dans l’Église (CIASE) yang dibentuk pada November 2018 lalu oleh Konferensi Waligereja Prancis (Conférence des évêques de France/CEF) dan Conférence des Religieux et Religieuses en France (CORREF) sebagai tanggapan atas sejumlah skandal yang mengguncang gereja di Prancis dan di seluruh dunia.

Dalam situs resmi CIASE, disebutkan misi komisi ini berkisar pada tiga fase utama yaitu menetapkan fakta, memahami apa yang terjadi, dan mencegah terulangnya tragedi semacam itu (pelecahan seksual). Komisi ini terdiri dari 22 profesional hukum, dokter, sejarawan, sosiolog dan teolog. Secara singkat, tugasnya adalah menyelidiki tuduhan pelecehan seksual oleh para pemuka agama Katolik sejak 1950-an di Perancis. (*)


Sumber: Reuters, France24, CNN, CIASE

Bagikan:

Cari di INDHIE