Skandal Lockheed: Gurita Suap Perusahaan Amerika dan Jatuhnya Rezim Politik

AS meluncurkan Undang-Undang Emergency Loan Guarantee (ELG/Jaminan Pinjaman Darurat) tahun 1971. UU ini merupakan semacam payung bailout atau dana talangan versi AS. UU memberi kewenangan kepada Dewan ELG untuk mengelola pemberian pinjaman sebesar 250 Juta Dolar AS.



Pada 18 Januari 1978, Pengawas Umum AS (yang berposisi sebagai Direktur Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS), Elmer B. Staats, mengeluarkan resume implementasi UU ELG ini. Isinya menyatakan, Lockheed merupakan satu-satunya bisnis yang mengajukan program pinjaman. Hingga September 1974, pinjaman Lockheed maksimum mencapai 245 Juta Dolar AS.

Resume bailout Lockheed.
[foto: screenshoot gao.gov]
Memang, seperti disebutkan di atas, posisi keuangan Lockheed pasca 1969 sangat buruk. Tak heran, bila pemerintah AS memberi dana talangan bagi Lockheed yang merupakan korporasi besar milik AS.

Perjanjian bailout ini berakhir pada 1977. Pada 14 Oktober 1977, Lockheed dan 24 bank menandatangani perjanjian kredit senilai 100 Juta Dolar AS untuk menggantikan komitmen penjaminan dana pemerintah. Sebesar 60 Juta Dolar AS akan digunakan untuk menutup utang Lockheed. Plus, biaya jaminan dan komitmen yang dibayarkan ke Dewan berjumlah 26,5 Juta Dolar AS; bunga kumulatif 4,9 Juta Dolar AS; dan biaya operasi sebesar 938 Ribu Dolar AS. Total uang yang disetor ke Departemen Keuangan AS adalah 30,4 Juta Dolar AS.

Resume itu juga memberi catatan, pemerintah AS menyetujui berakhirnya perjanjian dengan tanpa syarat serta dibebaskan dari seluruh akibat kewajiban dan pertanggungjawaban apapun.

Namun setahun sebelum program bailout itu berakhir, pada 1976, skandal Lockheed telah masuk ke Kongres AS. Senator Frank Church menuduh Lockheed menyuap pejabat elit pemerintahan negara-negara di luar AS untuk menjamin kontrak pesawat militer Lockheed. Lockheed ditengarai telah mengeluarkan dana hingga 22 Juta Dolar AS pada 1976 kepada para pejabat itu dalam negosiasi penjualan pesawat tempur F-104 Starfighter produksi Lockheed.

Paul Emil Erdman, seorang ekonom dan bankir Amerika, dalam bukunya Last Days of America (1981), mengungkapkan Lockheed berhasil membuat pemerintah Jerman (Barat) membeli 350 pesawat tempur F-104 Starfighter. Perjanjian ini kemudian sering disebut “Deal of Century“.

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. AS-China Sepakat Perang Dagang Berhenti Sementara – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*