Rugikan Negara Rp1,4 M, Plt Kadis Perkim Pemkab Madina Ditahan

Kantor Kejati Sumut. [foto:net]

MEDAN | Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejatisu) menahan tiga tersangka dugaan korupsi dalam pelaksanaan pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB), Tahun 2016/2017, di Kabupaten Mandailing Natal senilai Rp1.4 Milliar.

Ketiganya adalah Plt Kadis Perkim Kabupaten Madina, Rahmatsyah Lubis, dan dua orang PPK Perkim Madina Kabupaten Madina, Edi Djunaidi dan Khairulah Akhyar.



Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, di Medan pada Rabu (24/7/2019), membenarkan penahanan ketiganya setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik dari Pukul 09.00-14.00 Wib serta dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Ketiganya dinyatakan sehat dan kemudian dititipkan ke Rutan Tanjung Gusta Medan sekitar pukul 15.50 WIB.

Dalam kasus pembangunan TSS dan TRB, Sumanggar menyebutkan tidak hanya memeriksa satu dinas saja yakni Perkim akan tetapi ada dinas lainnya yakni Dispora dan Dinas PU Pemkab Madina. Namun Sumanggar menyatakan pihak penyidik fokus kepada Dinas Perkim Pemkab Madina.

Kedua proyek yang berada di bantaran sungai Batang Gadis, atau berdekatan dengan kompleks perkantoran Bupati dan SKPD Kabupaten Madina di Paya Loting, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, dikatakan Sumanggar tidak sesuai prosedur atau tanpa tender.

Sumanggar juga menyatakan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain baik dari pemangku kewenangan Pemkab Madina maupun rekanan. “Tapi itu dilakukan setelah proses pemeriksaan ketiganya atau temuan dari fakta yang terungkap dalam persidangan nantinya,” katanya.

Sumanggar juga menegaskan setelah penahanan tersangka dilanjutkan dengan membuat dakwaan untuk selanjutnya dilimpahkan ke persidangan. (*)


Laporan: Hendra

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply