Akhirnya, Lapangan Merdeka Medan Disepakati Jadi Kawasan Cagar Budaya

Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, tempo dulu. (foto: repro koleksi Muhammad TWH)

MEDAN | Lapangan Merdeka Medan akhirnya disepakati menjadi kawasan cagar budaya. “Kesepakatan itu diputuskan dalam rapat tim pansus revisi Perda No. 13 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) RTRW DPRD Kota Medan, Dedy Akhsyari Nasution di Medan, Selasa (14/9/2021).

Dengan adanya revisi Perda RTRW Kota Medan 2021-2031, maka Lapangan Merdeka Medan dimasukkan sebagai kawasan cagar budaya. Kesepakatan tentang Lapangan Merdeka Medan itu nantinya akan dimasukkan dalam salah satu pasal revisi  Perda RTRW tersebut.



DPRD Medan meminta Wali Kota Medan bertemu dengan tim ahli cagar budaya untuk melindungi aset yang bersejarah itu. Sebelumnya, DPRD Medan bersama Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumut Peduli Lapangan Merdeka dan beberapa perwakilan OPD (organisasi perangkat daerah) Pemko Medan dilaporkan telah bertemu membahas soal Lapangan Merdeka Medan ini.


BACA JUGA: Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Titik Nol yang Kian Renta


Lapangan yang mempunyai luas 4,8 hektare itu dibangun pada 1872.  Kawasan Lapangan Merdeka adalah Titik Nol Kota Medan. Pertimbangannya, kawasan itu dulu menjadi sentra kegiatan dari perdagangan, pemerintahan, kantor pos, stasiun kereta api hingga hotel pertama di Kota Medan. Lapangan yang dulu bernama Esplanade ini sempat dijuluki “Taman Burung” oleh Belanda dan “Fuku Raidu” oleh Jepang.

Pada 6 oktober 1945, Mr Muhammad Hasan sebagai Gubernur Sumatra Timur mengumumkan kemerdekaan RI kepada seluruh masyarakat Kota Medan di tempat itu. Sejak itu, namanya berubah menjadi Lapangan Merdeka. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE