Jabir ibn Hayyan, Bapak Kimia Dunia

Jabir ibn Hayyan, dalam ilustrasi orang Eropa.
[sumber: wikipedia, Codici Ashburnhamiani 1166, Biblioteca Medicea Laurenziana, Florence, Italia]

ABU Musa Jabir ibn Hayyan (721–815) lahir di Tus, Khurasan, Iran. Dia terutama adalah seorang kimiawan dan juga alkemis. Namun, dia juga mempelajari dan ahli di bidang astronom dan astrolog, insinyur, ahli geografi, filsuf , fisikawan, apoteker dan dokter. Jabir memang seorang polymath, jenius dalam berbagai bidang.

Jabir dipandang sebagai Kimiawan Praktis pertama bahkan sebagai Bapak Ilmu Kimia. Dalam artikel “History of Chemistry” di situs organisasi Medichem —diisi kumpulan dokter dan ahli kimia terkenal di dunia– yang ditulis Dr Murray Coombs (2015), memerhitungkan beberapa nama sebagai Bapak Kimia Dunia. Mereka mempertimbangkan nama Jabir ibn Hayyan (Geber), sebagai Bapak Kimia dan Bapak Perintis Kimia. Sedangkan Antoine Lavoisier yang menulis buku Elements of Chemistry (1787), Robert Boyle, Jons Berzelius dan John Dalton sebagai Bapak Kimia Modern.

Apapun itu, Jabir memang seorang penyuka eksperimen. Di dunia barat, dia dikenal dengan nama “Geber”. Bahkan sekitar abad ke-13, seorang penulis anonim yang menghasilkan tulisan-tulisan kimia dan metalurgi, menyebut dirinya Pseudo-Geber. Hal itu menunjukkan begitu berpengaruhnya nama itu.

Dalam beberapa sumber, ia dikabarkan sebagai anak Hayyan al-Azdi, seorang apoteker dari suku Azd Arab yang beremigrasi dari Yaman ke Kufah (Irak ) selama kekhalifahan Umayyah. Profesi ayah Jabir ini mungkin telah memberikan kontribusi besar terhadap minatnya dalam kimia, selain gurunya.

Pada 988, Ibn al-Nadim menyusun Kitab al-Fihrist yang menyebutkan Jabir sebagai pengikut dan murid Imam Ja’far as-Shadiq, seorang ulama terkemuka sebagai Imam Mazhab Ja’fari dan guru beberapa imam mazhab terkemuka. Ketika ia berbicara tentang kimia, Jabir disebutkan pernah berkata “Tuanku Ja’far as-Shadiq mengajari saya tentang kalsium, penguapan, distilasi dan kristalisasi dan segala sesuatu yang saya pelajari dalam alkimia adalah dari guru saya Ja’far as-Shadiq”. Meski statemen ini masih diperdebatkan, Ja’far as-Shadiq memang terkenal karena kedalaman dan keluasan pengetahuan tidak hanya di bidang ilmu-ilmu Islam. Murid-murid Ja’far yang terkenal umumnya adalah yang mendalami ilmu-ilmu Islam seperti Abu Hanifah, Malik Ibn Anas hingga Washil bin Ata, pendiri aliran pemikiran Mu’tazilah.

Buku dan Pengaruh
Total, hampir 3.000 risalah dan artikel dikreditkan ke Jabir ibn Hayyan. Ruang lingkup tulisannya sangat luas: kosmologi, musik, kedokteran, biologi, teknologi kimia, geometri, tata bahasa, metafisika, logika, generasi buatan makhluk hidup, ramalan bintang, dan mitos-mitos simbolik.

Di antara kumpulan buku-bukunya adalah The 112 Books. Ini merupakan kumpulan buku yang dipersembahkan untuk Barmakids, wajir Khalifah Harun Al-Rasyid, yang berisi tentang dasar-dasar ilmu kimia. Di masa pertengahan, buku ini diterjemahkan ke bahasa Latin dengan istilah Tabula Smaragdina.



Kemudian The Seventy Books yang di dalamnya termasuk Kitab al-Zuhra (Book of Venus) and the Kitab Al-Ahjar (Book of Stones). Bukunya yang lain adalah The Ten Books on Rectification, yang berisi tentang gambaran ahli kimiawi seperti Pythagoras, Socrates, Plato and Aristotle. Selain itu,  The Books on Balance, berisi tentang pemikirannya dalam Teori Keseimbangan Alam (Theory of the balance in Nature).

Buku-bukunya hampir seluruhnya ditulis dalam kode-kode esoterik  hingga hanya orang-orang yang memelajari tentang kimia yang sanggup mengerti isinya.

Sampul buku “The Works of Geber”, Erick John Holmyard (ed), translated by Richard Russell (1678)

Jabir mengilhami rangkaian ahli kimia Islam lainnya seperti al-Kindi, al-Razi, al-Tughrai dan al-Irak , yang tinggal di abad ke-9 dan ke-13. Buku-bukunya juga sangat mempengaruhi ahli kimia Eropa abad pertengahan. Buku-bukunya menginsipirasi kimiawan Eropa dalam proses pencarian philosopher’s stone (batu filsuf). Batu filsuf (lapis philosophorum) adalah zat alkimia yang legendaris yang disebutkan mampu merubah baja seperti merkuri menjadi emas atau perak. Kadang-kadang, hal ini disebut juga ramuan kehidupan, berguna untuk peremajaan dan untuk mencapai keabadian. Selama berabad-abad, hal itu menjadi tujuan yang paling dicari dalam alkimia.

Pada Abad Pertengahan, risalah Jabir tentang alkimia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin telah menjadi teks standar untuk kimiawan Eropa. Ini termasuk Kitab al-Kimya (lembaran berjudul Susunan Alkimia di Eropa ), diterjemahkan oleh Robert dari Chester (1144) , dan Kitab al-Sab’een (Kitab Tujuh ) oleh Gerard dari Cremona (sebelum 1187) . Marcelin Berthelot, kimiawan Perancis, menerjemahkan buku-buku Jabir ke dalam kumpulan buku-buku yiatu Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury.  Beberapa istilah Arab teknis yang diperkenalkan oleh Jabir, seperti al-Kali, telah dialihbahasakan ke istilah Eropa dan menjadi bagian dari kosakata ilmiah.

Max Meyerhoff (1874–1945), seorang ophthalmologist dan sejarahwan medis dari Jerman yang telah menulis lebih dari 300 buku, monograf dan lain-lain tentang topik itu, menyatakan, “Pengaruhnya (Jabir ibn Hayyan) dapat ditelusuri sepanjang perjalanan seluruh sejarah alkimia Eropa dan kimia.” Sejarawan kimia, Erick John Holmyard juga memberikan kredit kepada Jabir untuk mengembangkan alkimia menjadi ilmu eksperimental. Holmyard juga menulis, pentingnya Jabir untuk sejarah kimia sama dengan Robert Boyle dan Antoine Lavoisier .

Materi
Dalam teori Jabir tentang Mercury-Sulfur, Jabir menerangkan, logam berbeda satu sama lain sejauh mereka mengandung proporsi yang berbeda dari sulfur dan merkuri. Teori Sulfur Merkuri pertama kali tercatat dalam buku Secret of Creation yang dikreditkan pada Balinus pada abad ke-7.

Dalam Book of Explanations, Jabir menjelaskan, “Semua logam, pada dasarnya, terdiri dari merkuri dikombinasikan dan digumpalkan dengan sulfur. Mereka berbeda satu sama lain hanya karena perbedaan kualitas secara kebetulan, dan perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan belerang mereka, yang lagi-lagi disebabkan oleh variasi dalam tanah dan dalam posisi mereka sehubungan dengan panas matahari.” Eric John Holmyard, sejarahwan sains dan teknologi dari Inggris, dalam bukunya Makers of Chemistry (1931), mengatakan, Jabir yang membuktikan hal ini dengan percobaan bahwa ini bukan belerang dan merkuri yang biasa.

Jabir ibn Hayyan. [ilustrasi, foto: flickr]
Dalam pembagian logam-non logam, Georges C. Anawati dalam tulisannya “Arabic alchemy” (dalam R. Rashed, The Encyclopaedia of the History of Arabic Science, 1996), Jabir membuat tiga kategori yaitu

  • Spirits” yang menguap pada pemanasan, seperti arsenik (realgar, orpiment), kamper, merkuri, belerang, sal amoniak, dan amonium klorida.
  • “Logam” , seperti emas , perak, timah , timah , tembaga, besi , dan khar-Sini (besi Cina )
  • Zat Non-Lunak, yang dapat dikonversi menjadi bubuk, misalnya batu .

Selain bidang kimia, Jabir juga membuat kontribusi penting untuk kedokteran, astronomi/astrologi, dan ilmu lainnya. Hanya beberapa buku-bukunya telah diedit dan diterbitkan, dan lebih sedikit lagi yang tersedia dalam terjemahan .

Jabir mengedepankan pentingnya eksperimen. Dia berkata, “Pertama yang penting dalam kimia adalah supaya engkau melakukan kerja praktek dan melakukan percobaan, karena dia yang melakukan kerja praktek atau tidak membuat percobaan, tidak akan pernah mencapai ke setidaknya tingkat penguasaan.”

Di dunia sekarang, nama Jabir disematkan pada lebih dari dua puluh jenis peralatan dasar laboratorium kimia, seperti alembic dan retort. Serta juga, dalam deskripsi banyak proses kimia saat ini seperti kristalisasi, berbagai bentuk alkimia “distilasi”, dan zat asam sitrat, asam asetat (cuka) dan asam tartarat (dari pembuatan residu anggur), arsen, antimon dan bismut, sulfur, dan merkuri, yang telah menjadi dasar-dasar kimia saat ini.

Tak ketinggalan, Jabir juga dikatakan sebagai pencipta catur mistis dalam novel Katherine “Neville The Eight and Fire”. (*)


sumber: wikipedia

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*