Adolf Hitler, Ultranasionalis Berkumis

Adolf Hitler [sumber foto: internet]

ADOLF Hitler (1889–1945) adalah Ketua Partai Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Sosialis Nasionalis Jerman kelahiran Austria. Dia diangkat menjadi Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Jerman pada 2 Agustus 1934 seiring kematian Presiden Paul von Hindenburg.

Setahun sebelumnya, Januari 1933, Hitler sudah diangkat sebagai Kanselir (kepala pemerintahan Jerman). Dengan kematian Hindenburg, maka Hitler memegang seluruh kekuasaan di Jerman, termasuk atas militer. Gelar dia adalah Führer und Reichskanzler (Pemimpin dan Kanselir). Hitler lalu mengusung kebijakan politik Gleichschaltung, totalitarianisme Nazi atas seluruh kehidupan di Jerman.



Adolf Hitler [foto: rolling stones]
Hitler lantas memerintah secara diktator. Dia merubah nama Republik Weimar (nama negara Jerman sebelum 1933) menjadi Nazi Jerman (nama Jerman 1933-1945) yang diperintah secara totaliter oleh NSDAP, partainya Hitler.

Dialah aktor utama di balik timbulnya Perang Dunia II dan orang yang paling dibenci Yahudi di seluruh dunia yang menuduh Hitler telah melakukan Holocaust atau genosida (pembantaian) terhadap orang Yahudi di Eropa.

Adolf Hitler. [foto: net]
Namun, Hitler naik ke kekuasaan bukan dengan mulus. Dia masuk Partai Pekerja Jerman pada tahun 1919, dan menjadi Ketua NSDAP tahun 1921. Hitler pun memasuki era baru perlawanan terhadap sejarah. Ia mengganti gaya potongan kumisnya. Hitler dulu memakai gaya kumis Kaisar Jerman Wilhelm II, yang di ujungnya melengkung ke arah atas pipi, tebal dan mengesankan garang. Kumis Hitler disebut orang dengan nama “tootbrush” (sikat gigi), seperti gaya kumis yang dipopulerkan Charlie Chaplin. Dia memotong ujung helai kumis yang naik ke atas itu. Namun, kebencian Eropa dan Amerika serta Yahudi terhadap Hitler pasca kejatuhan Hitler, membuat orang-orang tak mau lagi memakai model kumis seperti ini.

Tahun 1923, dia menggerakkan peristiwa Beer Hall Putsch atau kudeta Munich. Dia gagal dan masuk penjara.

Adolf Hitler dan pekerja wanita. [foto: net]
Di penjara, Hitler menulis memoarnya yang terkenal Mein Kampf (Perjuanganku). Hitler bebas pada 1924. Dia mengecam Perjanjian Versailles yang membuat negara sekutu menjadi penguasa dunia. Dia tidak suka dengan aliansi kapitalis dan komunis serta Yahudi. Dengan mengusung ultra-nasionalis Jerman –sikap yang dibibitnya sejak kecil– Hitler mendapat dukungan dari rakyat Jerman. Bagi Hitler, Jerman adalah harga diri dan segala-galanya.

Sepuluh tahun keluar dari penjara, Hitler menjadi Kanselir Jerman. Sifat ultranasionalisnya membuatnya makin agresif. Dia keluar dari Liga Bangsa-bangsa (LBB).  Dia menyerbu Polandia pada September 1939, hanya 5 tahun setelah dia diangkat menjadi Fuhrer Jerman. Akibatnya, Perang Dunia II pecah. Hitler lalu dikeroyok sekutu. Aliansinya dengan Italia dan Jepang, patah.

Dia akhirnya terdesak hingga tentara Rusia memasuki Berlin, ibukota Jerman. Di sana, dia bersembunyi di sebuah bunker. Hilter pun diinformasikan bunuh diri di bunkernya pada 30 April 1945. Konon, mayatnya dikremasi di sana. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*