Komandoi Kemenhan, Prabowo Kelola Anggaran Terbesar di RAPBN 2020

Prabowo Subianto diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada Rabu (23/10/2019).

INDHIE | Menteri Pertahanan, Letjend. TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, akan mengelola anggaran kementrian terbesar dalam Kabinet Indonesia Maju. Seperti diketahui, Prabowo dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menhan, hari ini Rabu (23/10/2019) di Istana Negara, Jakarta.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) direncanakan mendapat porsi sebesar Rp127,424 Triliun. Nilai itu berarti sekitar 5% dari total belanja RAPBN 2020 yang sebesar Rp2.528,8 Triliun.

Dalam dokumen Advertorial RAPBN 2020 yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), porsi Kemenhan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), merupakan dua kementerian yang mendapat porsi terbesar sejak 2018-2020. Pada 2019, PUPR diprioritaskan dan mendapat Rp111,8 Triliun, sedang Kemenhan Rp109,6 Triliun. Di 2018, Kemenhan mendapat Rp106,7 Triliun dan PUPR mendapat Rp102,5 Triliun. Di RAPBN 2020, PUPR mendapat porsi Rp120,2 Triliun.

Meski terbesar, porsi ini bukanlah untuk kemenhan tunggal melainkan juga di antaranya termasuk untuk tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berbeda dengan Kementerian PUPR yang mendapat porsi kementerian tersendiri. Begitu juga dengan institusi Kepolisian RI yang menjadi institusi ketiga terbesar dalam RABPN 2020 sebesar Rp90,3 Triliun.


Belanja Kementrian/Lembaga Terbesar di RAPBN 2020
[foto: Advertorial RAPBN 2020 Kemenkeu]
Dalam anggaran Kementerian Pertahanan, porsi terbesar yaitu Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Darat Rp47,865 Triliun, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kemenhan Rp15,070 Triliun, Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Laut Rp13,027 Triliun, Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Udara Rp7,267 Triliun.

Sementara untuk modernisasi Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) di tiga matra TNI, dalam RABPN 2020 yaitu pos Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana Matra Darat Rp4,585 Triliun, Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas dan Sarana Prasarana Matra Laut Rp4,163 Triliun, dan Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista serta Pengembangan Fasilitas Dan Sarana Prasarana Matra Udara Rp2,114 Triliun. Total nilainya adalah Rp10,8 Triliun.

Tentu saja, di samping anggaran utama di atas, anggaran Kemenhan mempunyai porsi anggaran lain. Misalnya, pos Program Modernisasi Alutsista/Non-Alutsista/Sarana Prasarana Integratif Rp 921,1 Miliar, Program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan sebesar Rp2,494 Triliun, dan pos lainnya. (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*