China Berhasil Ubah Tembaga Menjadi “Emas”

Emas di China (foto: ilustrasi/inernet)

TAHUKAH Anda chrysopoeia? Itu adalah kemampuan mengubah logam dasar, salah satunya, menjadi emas murni. Dia semacam simbolisasi terhadap pencarian dan penciptaan “batu filsuf” dan di antara tujuan utamanya adalah pencapaian terhadap keabadian. Dalam dunia kimia, hal itu bukan barang baru lagi. Beberapa mitos menyebutkan beberapa orang dan kelompok mempunyai kemampuan itu.

Tapi kini ada penemuan baru dari China. Mereka adalah Jian Sun, Jiafeng Yu, Qingxiang Ma, Fanqiong Meng, Xiaoxuan Wei, Yannan Sun, dan Noritatsu Tsubaki. Keenam nama di awal berasal dari China sementara nama yang terakhir berasal dari Universitas Toyama, Jepang.




Ilmuwan China plus Jepang ini telah menemukan cara untuk mengubah tembaga menjadi bahan baru yang “hampir identik” dengan emas. Dalam makalah mereka berjudul Freezing copper as a noble metal–like catalyst for preliminary hydrogenation, yang diterbitkan di Science Advances edisi 21 Desember 2018: Vol. 4 no. 12, tim menggambarkan bagaimana mereka membombardir atom tembaga dengan plasma argon berenergi tinggi, mengubah struktur elektron logam.

“(Kondisi) ‘Beku’ pada nol valensi akibat proses ini, tembaga menjadi kurang reaktif dan mulai berperilaku seperti logam mulia seperti emas atau perak,” tulis mereka.

Tim ini menjelaskan, nanopartikel tembaga mencapai kinerja katalitik yang sangat mirip dengan emas atau perak. “Hasilnya … membuktikan bahwa setelah diproses, tembaga logam dapat mengubah dari ‘ayam’ menjadi “burung phoenix’,” tulis mereka.

Makalah mereka juga menerangkan, pemanfaatan sumber daya batubara yang bersih untuk mensintesis bahan kimia bernilai tambah tinggi sangat diinginkan dengan meningkatnya masalah energi dan lingkungan.

Meski demkian, IFL Science yang memberitakan penemuan ini, menulis, berbeda dengan solusi alkimia yang dicari di antaranya oleh Isaac Newton, penemuan ini tidak akan membuat ahli kimia tiba-tiba menjadi kaya karena itu tidak dapat digunakan untuk membuat emas palsu. Tetapi tentu saja hal itu tidak menghentikan spekulasi kalau pengembangan tersebut mungkin menyebabkan logam mulia kehilangan tempatnya sebagai pasar saham dan standar nilai ekonomi. (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*