Sukanto Tanoto, Naga Sawit dan Kertas, yang Lahir di Belawan

Konflik di Sumut ini tak terjadi di provinsi tetangga, Riau. Di sanalah Sukanto Tanoto membangun kerajaan bisnis Pulp & Paper miliknya dengan nama Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). RAPP inilah yang menjadi penyokong utama sektor bisnis pulp & paper dalam grup APRIL milik Sukanto Tantoto. APRIL terdiri dari 11 perusahaan yaitu RAPP, Riau Andalan Kertas (RAK), Sinar Mutiara Nusantara, The Best One Unitimber, Gemilang Cipta Nusantara, APRIL Management Indonesia, Anugerah Kertas Utama, Riau Prima Energi, Indokarya Bangun Bersama, Intiguna Primatama, dan Asia Prima Kimiaraya.



Salah satu pabrik dalam grup APRIL milik Sukanto Tanoto. [foto: screenshoot aprilasia.com]
Dalam situs resmi RAPP, dicatat, Sukanto memulai mendirikan pabrik dan hutan tanaman di Pangkalan Kerinci, Riau, pada 1993. Mereka mulai memproduksi bubur kertas pada 1995 dan produksi kertas dimulai pada 1998. Produk kertas utama dari RAPP yang tersedia di pasaran adalah merk Paper One. Ini jelas merek yang laris manis.

Dalam APRIL Sustainability Report 2019, disebutkan, APRIL memproduksi 2,8 juta ton Kraft dan bubur kertas, serta 1,15 juta ton kertas setiap tahun, dan wilayah ekspor di 70 negara. Sebesar 90% bubur kertas dan 75% kertas dieksepor ke wilayah Asia Pasifik. Wilayah perkebunan yang dikelola APRIL mencapai 448.639 hektar dengan pekerja sebanyak 8.397 orang dan 27.565 kontraktor.

* * *

Tentu saja, banyak lagi perusahaan Sukanto yang menarik dibahas. Misalnya, di Medan tempat kelahirannya, diketahui dia membangun Thamrin Plaza pada 1987 dan Uni Plaza di Jalan Irian Barat, Medan.

Dengan begitu, seberapa besar kekayaan Sukanto Tanoto? Versi media Forbes, kekayaan Sukanto Tanoto “hanya” US$1,4 miliar atau Rp19,4 triliun lebih (kurs Rp13.900/US$).

Bila itu benar, maka membeli aset mewah di luar negeri, tentu saja tinggal memetik jari. (*)


Perangkum/Penulis: Nirwansyah Putra

Bagikan:

Cari di INDHIE