Misi al-Amal, Saat Arab Mencapai Mars

Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktum saat mengumumkan misi Mars di Dubai, Rabu 6 Mei 2015. [Foto: AP/KhaleejTimes]

DUBAI | Negara di jazirah Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), melakukan pencapaian luarbiasa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesawat luar angkasa mereka yang masuk dalam program Emirates Mars Mission (EMM), al-Amal atau Hope, sudah masuk di orbit Mars pada 9 Februari 2021 waktu UEA. Misi ini diluncurkan pada 19 Juli 2020 dan sudah menempuh lebih kurang 494 juta kilometer dengan waktu tempuh 7 bulan.

Dari tiga misi ke Mars pada Juli 2020 kemarin –bersama Tianwen-1 dari China dan Perseverance dari Amerika Serikat (AS)– misi EMM merupakan yang pertama kali masuk ke orbit Mars. Ketiga misi ini akhirnya sampai di orbit Mars di Februari 2021 ini. Dengan pencapaian ini, UEA menjadi negara kedua, setelah India, yang berhasil mencapai Mars dalam upaya perdananya. India menjadi negara pertama di dunia yang berhasil mencapai orbit Mars pada 24 September 2014 dalam misinya berjuluk Mangalyaan.

Pesawat ini diluncurkan dari Tanegashima Space Center di Jepang dengan memergunakan roket milik Mitsubishi Heavy Industries (MHI), H-IIA. Misi ini didesain dan dioperasikan di bawah Mohammad bin Rashid Space Centre (MBRSC). Pesawat dirancangbangun oleh kerjasama MBRSC dengan Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP) Universitas Colorado Boulder, dan dibantu Universitas Arizona, dan Universitas Berkeley California. Ketiga universitas itu dari AS. Misi al-Amal ini juga didukung Indian Space Research Organization (ISRO).



Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktum dan putranya, Sheikh Hamdan di Mohammed bin Rashid Space Centre (MBRSC). [Foto: MBRSC]
Ide misi Mars ini dikabarkan muncul di sidang kabinet UEA pada akhir 2013 lalu. Misi ini kemudian diumumkan oleh Sheikh Khalifa bin Zayd al-Nahyan, Presiden UEA, pada Juli 2014.

Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA yang juga Pemimpin Dubai, mengungkapkan alasan mereka menamakan misi ini sebagai al-Amal atau Hope. “Setelah ribuan saran diajukan untuk nama Mars, kami memutuskan memberinya nama Hope, karena dia adalah pesan optimisme bagi kaum muda Arab,” Sheikh Muhammad pada pernyataan pers peluncuran awal misi ini, di Mei 2015 lampau, seperti dilansir dari SpaceNews. Konferensi pers ini dihadiri para pejabat elit UEA.

“Pesan pertama untuk dunia bahwa peradaban Arab pernah memainkan peran besar dalam memberikan kontribusi bagi pengetahuan manusia, dan akan memainkan peran itu lagi. Pesan kedua adalah untuk saudara-saudara kita di Arab: bahwa tidak ada yang mustahil, dan bahwa kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa besar dalam perlombaan pengetahuan. Pesan ketiga adalah untuk mereka yang berjuang untuk mencapai puncak tertinggi, tidak ada batasan untuk ambisi Anda, dan Anda bahkan dapat menjangkau ke luar angkasa,” kata Sheikh Muhammad seperti dikutip dari Khaleej Times.

Bagikan:

Cari di INDHIE