Hari Ini, 24 Juli 1974: Rekaman Skandal Watergate Pemicu Kejatuhan Presiden Nixon

Presiden AS ke-37, Richard Nixon dan koran Washington Post yang memuat pengunduran dirinya. [sumber foto: net, edit: indhie]

INDHIE | Pada 24 JULI 1974, Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) dengan suara bulat memutuskan, Presiden AS, Richard Nixon tidak berwenang menahan sebuah kaset rekaman Gedung Putih. MA memerintahkan Nixon menyerahkan kaset itu kepada jaksa penuntut khusus Skandal Watergate.

Kaset rekaman itu mengungkapkan beberapa percakapan penting antara Presiden dan penasihatnya, John Dean, pada 21 Maret 1973. Dalam percakapan ini, Dean merangkum banyak aspek dari kasus Watergate dan menggambarkannya sebagai “sebuah kanker di lembaga kepresidenan”.

* * *



Skandal Watergate adalah skandal politik besar Amerika yang berlangsung dari tahun 1972-1974. Skandal ini terbongkar bermula dari pencurian oleh lima orang dari markas besar Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) di kompleks kantor Watergate di Washington, DC pada 17 Juni 1972.

Kasus ini kemudian diendus oleh sebuah reportase investigasi oleh dua jurnalis Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein. Bob Woodward yang awalnya hanya meliput kasus pencurian itu di pengadilan kemudian mendapatkan insting kalau ada peristiwa besar di balik kasus “kecil” itu.

Bob Woodward dan Carl Bernstein.
[foto: washington post]
Keduanya kemudian menelusuri kasus tersebut dan berhasil mendapatkan sejumlah narasumber dan informasi rahasia. Di antaranya dari seseorang berkode “Deep Throat” dengan saran yang sangat terkenal: “follow the money“, sebagai penunjuk arah dalam membongkar kasus itu.

Mereka kemudian menemukan keterkaitan antara kasus pencurian serta upaya menutupi kasus tersebut yang lantas mengarahkan mereka pada keterkaitan Departemen Kehakiman, FBI, CIA, dan Gedung Putih.

Nixon berupaya untuk menutupi keterlibatan jaringan pemerintahannya dan dirinya. Namun, setelah kasus itu terbongkar di media, Skandal Watergate diselidiki oleh Kongres Amerika Serikat. Nixon menolak penyelidikan itu.

Skandal Watergate mencakup rangkaian kegiatan ilegal yang dilakukan oleh anggota jaringan Nixon. Kegiatan ilegal itu termasuk trik-trik kotor seperti menyadap kantor lawan politik dan orang-orang yang dicurigai Nixon atau pejabatnya.

Nixon dan para pembantunya juga memerintahkan penyelidikan kelompok-kelompok aktivis dan tokoh-tokoh politik, dengan menggunakan FBI, CIA, dan Internal Revenue Service (IRS) sebagai senjata politik. Skandal itu mengarah pada penemuan berbagai penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintahan Nixon.

Akibat kasus ini, Nixon sudah direncanakan akan dimakzulkan oleh Senat. Pada 6 Februari 1974, Senat AS menyetujui Resolusi Senat 803 yang berisi memberi wewenang kepada Komite Yudisial AS untuk menyelidiki pemakzulan Presiden. Pada 27 Juli 1974, Komite Kehakiman Senat merekomendasikan pasal pertama pemakzulan terhadap presiden: obstruction of justice (menghalangi proses keadilan). Hasil itu diperoleh melalui voting dengan hasil mendapatkan 27 setuju dan 11 tidak setuju.

Lalu pada 29 Juli 1974, Komite merekomendasikan pasal kedua: abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). Keesokan harinya, pada 30 Juli 1974, Komite merekomendasikan pasal ketiga: penghinaan terhadap Kongres.

Pada 5 Agustus 1974, Gedung Putih merilis sebuah kaset rekaman audio yang direkam pada 23 Juni 1971. Isinya adalah percakapan antara Nixon dan Kepala Staf Kepresidenan, Harry Robins Haldeman, yang mengungkapkan perintah Nixon untuk menutup kasus itu lewat CIA dan FBI. Kaset ini kemudian dikenal sebagai “Smoking Gun” yang merupakan pemuncak bukti konkrit keterlibatan Nixon dalam kasus itu. Sebelumnya, selama lebih 2 tahun kasus itu mengemuka, Nixon selalu membantah keterlibatannya.

Rilis kaset itu menghancurkan karir dan dukungan politik Nixon. Pengacara Nixon, Fred Buzhardt dan James St Clair termasuk yang mengungkapkan ke publik bahwa tidak hanya mereka dan pendukungnya saja yang dibohongi, melainkan seluruh bangsa Amerika. Lalu, 10 anggota Kongres AS yang selama ini mendukung Nixon dan menolak penerapan tiga pasal pemakzulan kepada Nixon, menarik dukungan dan mendukung pemakzulan Nixon.

Richard Nixon dan Gerald Ford [foto: net]
Namun, sebelum rencana itu dijalankan, Nixon lebih memilih mengumumkan pengunduran dirinya pada 8 Agustus 1974 malam di televisi dan resmi mundur keesokan harinya, 9 Agustus 1974. Ini di antara statemen pengunduran diri Nixon:

“Dalam semua keputusan yang saya buat dalam kehidupan publik, saya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk bangsa. Sepanjang periode Watergate yang panjang dan sulit, saya merasa sudah menjadi tugas saya untuk bertahan, untuk melakukan segala upaya yang mungkin untuk menyelesaikan masa jabatan sesuai pilihan Anda kepada saya. Namun, dalam beberapa hari terakhir, menjadi jelas bagi saya bahwa saya tidak lagi memiliki basis politik yang cukup kuat di Kongres untuk membenarkan melanjutkan upaya itu…

Saya lebih suka meneruskan sampai akhir (jabatan) apa pun penderitaan pribadi yang akan saya alami, dan keluarga saya dengan suara bulat mendesak saya untuk melakukannya. Tetapi kepentingan bangsa harus selalu datang di atas pertimbangan pribadi. Dari diskusi yang saya lakukan dengan para pemimpin Kongres dan yang lain, saya telah menyimpulkan bahwa karena masalah Watergate saya mungkin tidak mendapat dukungan dari Kongres yang saya anggap perlu dalam mendukung keputusan yang sangat sulit dan melanjutkan tugas-tugas jabatan ini sesuai kepentingan dan kebutuhan bangsa…

Saya tidak pernah gampang menyerah. Meninggalkan kantor sebelum masa jabatan saya usai adalah menjijikkan bagi setiap naluri dalam tubuh saya. Tetapi sebagai Presiden, saya harus mengutamakan kepentingan Amerika lebih utama. Amerika membutuhkan Presiden dan Kongres penuh waktu, terutama saat ini dengan masalah yang kita hadapi di dalam dan luar negeri. Terus berjuang selama berbulan-bulan ke depan demi pembenaran pribadi saya, akan hampir sepenuhnya menyerap waktu dan perhatian Presiden maupun Kongres dalam sebuah periode ketika kita seluruhnya seharusnya memusatkan perhatian pada masalah yang lebih besar seperti perdamaian luar negeri dan kemakmuran tanpa inflasi di dalam negeri. Karena itu, saya akan mengundurkan diri dari jabatan Presiden besok siang. Wakil Presiden (Gerald) Ford akan dilantik sebagai Presiden pada jam itu di kantor ini.”

Dengan mundurnya Nixon, Kongres kemudian memberhentikan proses pemakzulan. Lalu, kurang lebih sebulan setelah dilantik sebagai Presiden AS yang ke-38, Gerald Ford memberikan statemen pada 8 September 1974 yang isinya memaafkan Nixon secara penuh dan tanpa syarat, memberi kekebalan hukum terhadap Nixon dari tuntutan hukum apapun. Beberapa pengamat mengatakan, pemaafan penuh Ford ini, menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Ford dalam Pemilihan Presiden Amerika tahun 1976.

Meski demikian, penuntutan hukum atas kasus itu berjalan terus, kecuali terhadap Nixon. Sebanyak 69 orang didakwa di pengadilan dan 48 orang dinyatakan bersalah. Banyak di antara mereka adalah pejabat tinggi di pemerintahan Nixon.

Sampai wafat di 1994, Nixon tetap mengaku tidak bersalah. (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*