Kota Makkah Siap Laksanakan Ibadah Haji 1441 H

Suasana Masjidil Haram difoto belum lama ini. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) telah menetapkan protokol keamanan di tengah pandemi coronavirus. [Foto: ArabNews]

JEDDAH | Pemerintah Kota Makkah mengumumkan kesiapan rencana operasionalnya untuk musim haji tahun ini, 1441 H/2020. Kerajaan Saudi juga telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan melindungi para peziarah dari dari wabah Covid-19. Seperti diketahui, jemaah haji untuk tahun ini dibatasi untuk jemaah yang memang sudah berada di wilayah Saudi.

Wali Kota Makkah, Mohammed Abdullah Al-Quwaihis, seperti dilansir dari situs ArabNews pada Senin (27/7/2020), mengatakan, pemerintah kota telah mengerahkan sumber daya energi, manusia dan materialnya untuk mencapai musim haji yang sukses dan aman, dengan dukungan dari tim dan kota lain, berikut soal keamanan.

Disebutkan, pemerintah kota telah merekrut lebih dari 18.490 pekerja untuk menyukseskan musim haji tahun ini dan memberikan layanan terbaik bagi para jemaah.

Pemerintah kota juga menyediakan 28 pusat layanan baru dan lengkap yang tersebar di seluruh Makkah dan kota penyangga. Selain itu, ada 13.500 pembersih dengan peralatan terbaru yang akan bekerja selama 24 jam di seluruh kota dan tempat-tempat suci, terutama di tempat-tempat ramai dan pada hari-hari puncak musim haji. Juga tersedia 87.900 kontainer sampah yang ditempatkan di bawah tanah di daerah Mina.



Makkah juga menyediakan sejumlah tim dan komite untuk memantau pasar, toko makanan, dan restoran sepanjang waktu. Kegiatan kesehatan masyarakat ini menargetkan pedagang grosir, restoran, kafetaria, salon pangkas rambut, binatu, toko roti, dan layanan lainnya sehingga protokol kesehatan tetap dijalankan. Tim-tim ini nantinya juga akan menguji makanan secara berkelanjutan dan menghancurkan bahan-bahan yang rusak, mengelola harga, mengawasi sanitasi air, dan memantau rumah pemotongan hewan. Tim akan melakukan kunjungan lapangan untuk mendeteksi hewan dan memastikan keamanan daging yang diberikan kepada jemaah dan warga lain.

Kota Makkah juga meningkatkan pengawasan dan pemeliharaannya pada jaringan listrik, jalan, terowongan, jembatan, toilet, dan jaringan drainase di samping mengalokasikan unit darurat dan tim pendukung untuk menangani situasi seperti kebakaran dan hujan lebat.

Al-Quwaihis menambahkan, pemerintah kota di bawah bimbingan Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal, Wakil Gubernur Pangeran Badr bin Sultan bin Abdul Aziz, dan menteri urusan kota dan pedesaan, Majid Al-Hogail, telah melakukan yang terbaik untuk memastikan penyediaan semua layanan bagi jamaah haji sehingga mereka dapat melakukan ritual haji mereka dengan mudah, nyaman, dan aman.

Kampanye untuk mendidik para jemaah dan pekerja tentang cara-cara untuk tetap aman jika terjadi keadaan darurat hingga protokol kesehatan juga telah dikirim melalui SMS serta papan panduan, layar, dan televisi di berbagai tempat. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*