Lebih Sejuta Babi Mati di China Akibat Demam

Babi di sebuah pertenakan Desa Jiangjiaqiao, Hebei, China. [foto: Mark Schiefelbein/AP]

BEIJING | Lebih dari 1,2 juta babi di China mati akibat wabah demam babi. Wakil Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China, Yu Kangzhen, menyatakan, jumlah kematian akibat demam babi meningkat menjadi 1,2 juta ekor. Yu mengatakan, pihak berwenang meningkatkan upaya untuk menahan demam babi Afrika tetapi situasinya rumit dan suram.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, penyakit babi tersebut tidak membahayakan manusia tetapi berakibat fatal dan menyebar dengan cepat di antara babi. Virus menyebar dari Afrika ke Eropa dan Rusia sebelum mencapai China. Di China, kasus kematian babi telah dilaporkan di 32 dari 34 provinsi di China.



Pemerintah China disebutkan sedang mengembangkan vaksin tetapi hasilnya belum dapat diperkirakan. Meski demikian, kematian akibat wabah sudah melambat. “Wabah demam babi di China telah melambat secara signifikan. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan,” kata Yu.

China memproduksi dan mengonsumsi dua pertiga dari babi dunia. Selama ini, babi menjadi konsumsi daging paling utama di China. Akibat kematian babi, para importir mengisi kesenjangan stok daging babi dengan membeli lebih banyak dari luar negeri. Akibatnya, harga babi merangkak naik di Asia dan Eropa. (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*