Digugat Pelecehan Seksual, Pendeta Ini Beralibi Sedang Menyedot Setan

Pendeta William Weaver (kiri) dan Gereja Presbiterian Linden. [foto: mycentraljersey, newsbreakinglive]

NEW JERSEY | Seorang pendeta di New Jersey, Amerika Serikat, Dr William Weaver (69), digugat karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa jemaatnya dengan alasan mengusir setan atau roh-roh jahat.

Gugatan ini dilayangkan tiga pria dan seorang wanita yang menuduh Weaver melakukan tindakan seks pada mereka dalam konseling pribadi di Gereja Presbiterian Linden, wilayah tenggara New Jersey.

Penyelidikan yang dilakukan otoritas gereja setempat menemukan bukti bahwa telah terjadi tindakan penyimpangan perilaku seksual dan penyembahan berhala. Demikian dikabarkan oleh independent pada Jumat (19/7/2019) waktu setempat.

Keempat korban juga telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Middlesex County. Selain Pendeta Weaver, mereka juga menuntut Lembaga Gereja Linden di mana Weaver bertugas selama 39 tahun.



Sebelumnya pada Januari 2019, Weaver dikabarkan akan disidang secara internal oleh otoritas gereja setempat. Namun, Weaver justru keluar dari wilayah yurisdiksi Presbiterian Elizabeth, otoritas gereja setempat dan pindah ke Lakewood, sekitar sejam perjalanan dari Linden. Presbiterian Elizabeth mengawasi 41 gereja di wilayah Somerset, Hunterdon, Middlesex and Union.

Seperti diberitakan Newsweek pada Kamis (18/7/2019) waktu setempat, Weaver diduga mengatakan kepada mereka bahwa ia perlu “menyedot” setan melalui cairan kelamin mereka. Weaver juga mengutip ritual penduduk asli Amerika dan sebuah ayat dari kitab suci untuk membenarkan pernyataannya.

Gereja Presbiterian Linden, New Jersey. [foto: newsbreakinglive]
Menurut pernyataan para korban yang disampaikan kepada Presbiterian Elizabeth New Jersey, Weaver memerintahkan masing-masing korban untuk menelanjangi diri mereka dan berbaring. Lalu ia meletakkan koin di dahi mereka dan menyuruh mereka menyeimbangkan batu di tangan dan pergelangan kaki mereka. Weaver kemudian diduga melakukan seks oral pada mereka.

Salah seorang korban mengatakan, setelah perilaku itu, kepalanya diangkat Weaver. Weaver kemudian menatapnya dan berkata tidak perlu khawatir lagi karena dia telah menjadi pelindung korban. Korban juga mengatakan, Weaver mencium bibir mereka.

Salah seorang korban lain mengatakan, dia mulai menjumpai Weaver tahun 2000 karena ada persoalan keluarga. Saat itu, korban masih berusia 20 tahun. “Saya menolak untuk tetap diam lagi,” tulisnya dalam pernyataannya. “Aku harus memastikan bahwa ini tidak pernah terjadi pada orang lain lagi.”

Weaver yang merupakan lulusan Princeton Theological Seminary, pernah melayani sebagai pendeta di Departemen Kepolisian Union, Asosiasi Vietnam Veterans of America Chapter No.779 dan Rumah Sakit Universitas Robert Wood Johnson.

Audrey Pereira, Perwakilan Asosiasi Veteran Vietnam, mengungkapkan kemungkinan kalau perlakukan itu tidak hanya dilakukan kepada korban yang sedang melakukan gugatan. “Tidak mungkin hanya orang-orang ini. Pasti ada lebih banyak,” katanya. (*)


Sumber: newsweek, independent, mycentraljersey

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*