Saudi Beli Senjata Amerika, Trump: “Muhammad ibn Salman Teman Saya.”

Donald Trump dan Muhammad ibn Salman di sela-sela KTT G-20, Osaka, Jepang. [foto: Saudi Royal Court/reuters]

OSAKA | Donald Trump memang pebisnis ulung. Presiden AS ini menjual persenjatan militer ke Arab Saudi baru-baru ini. Itu dilakukan Trump di ti tengah rintangan miring Kongres Amerika Serikat (AS) terhadap sosok Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, yang dituduh terlibat pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Kashoggi beberapa waktu lalu. Pembelian itu dilakukan Saudi di pertemuan bilateral AS-Arab Saudi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang, pada Sabtu (29/6/2019) kemarin.

Donald Trump, mantan bos judi di Las Vegas itu, langsung mengatakan kalau putra mahkota Saudi merupakan “friend of mine“.

“Suatu kehormatan bersama Putra Mahkota Arab Saudi, teman saya -seorang pria yang benar-benar telah melakukan banyak hal dalam lima tahun terakhir dalam hal membuka Arab Saudi,” kata Trump menjelang pertemuan bilateral mereka. “Anda (Muhammad ibn Salman) telah melakukan, sungguh, pekerjaan yang spektakuler.”



Trump menambahkan, pembelian peralatan militer AS itu akan menambah setidaknya 1 juta pekerjaan bagi warga AS. Dia juga menghargai kerja keras Putra Mahkota Saudi dalam program reformasi Saudi dan kebijakan Saudi memerangi terorisme global.

Putra Mahkota Saudi, Muhammad ibn Salman pun membalas kalau yang dia lakukan adalah usaha yang terbaik untuk Arab Saudi. “Kami berusaha melakukan yang terbaik untuk negara kami, Arab Saudi, dan ini adalah perjalanan yang panjang,” kata Muhammad ibn Salman.

Sebelumnya, senat AS telah memblokir penjualan miliaran dolar peralatan militer ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lain. Namun, Trump telah berjanji untuk memveto tindakan Senat.

Sebelumnya, intelijen AS, CIA, telah mengonfirmasi keterlibatan putra mahkota Saudi dalam pembunuhan Khashoggi. Serangan terhadap Putra Mahkota juga dilancarkan aktivis hak asasi manusia AS, senat hingga media di AS. Namun, otoritas Saudi membantah keterlibatan Putra Mahkota Saudi.

Analisis lain menyebut, Trump mau tak mau harus beraliansi dengan Saudi karena mereka butuh teman yang sangat kuat dalam menghadapi krisis dengan Iran. (*)


sumber: reuters, arabnews.

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*