Bos ISIS/Daesh yang Baru Diklaim Bernama al-Salbi

al-Salbi, diklaim sebagai pemimpin Daesh saat ini. [foto: timesofisrael/wikipedia]

ADALAH Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ataupun Islamic State of Iraq and Levant (ISIL), singkatan dan sebutan yang lebih sering dilontarkan pejabat politik dan militer Barat kepada organisasi teroris pembuat onar ini. Di Timur Tengah sendiri, mereka lebih menyebutnya dengan istilah Da’ish atau Daesh. Mulanya, ini merupakan akronim dari ad-Dawlah al-Islāmiyah fi al-Iraq wa as-Sham. Namun, di perkembangan lebih lanjut, penutur Arab lebih memakai istilah ini karena seiring dengan istilah Arab lain yaitu “Daes” yang berarti orang penghancur, ataupun Dahis yang berarti “yang menabur perselisihan”. Dengan dampak kengerian dan kehancuran oleh ISIS di Timur Tengah, tak heran, mereka lebih suka memakai ini. Apalagi, ISIS sendiri memang tak suka istilah Daesh.

Dan kini, sejak kematian Abu Bakar al-Baghdadi, Daesh punya bos baru. Dia bernama Amir Muhammad Abdul Rahman al-Mawli al-Salbi, sering disingkat Salbi.

Media Inggris, The Guardian, yang memeroleh bocoran dari pejabat intelijen, mengungkap soal ini dalam artikel mereka, Senin (20/1/2020). Menurut mereka, Salbi dinobatkan sebagai pemimpin beberapa jam setelah kematian Abu Bakar al-Baghdadi pada Oktober 2019 lalu. Semula, nama yang beredar di media-media Barat mengganti al-Baghdadi adalah Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi. Namun, nama ini kemudian tidak diakui.



Salbi dianggap sebagai salah seorang ideolog paling berpengaruh di antara barisan Daesh. Dia keturunan keluarga Irak-Turkmenistan di kota Tal Afar, Irak. Berdarah Turkmenistan, Sabil berarti salah seorang non-Arab di antara komandan Daesh.

Mengutip sumber intelijen, The Guardian mengungkap Salbi pernah kuliah di Universitas Mosul, Irak. Pada 2004, Sabil ditahan oleh pasukan AS di Camp Bucca, Irak selatan. Di penjara itulah dia Baghdadi.

Sebelum kematian Baghdadi, AS menghargai US$5 juta untuk Salbi, hidup atau mati. Meski Baghdadi telah tewas, namun, Salbi dan rekan-rekannya diyakini masih bergerak di kawasan terbatas. Pasukan Kurdi di Irak utara mendeteksi jaringan pedesaan Daesh tetap utuh. Anggota Daesh di Irak juga disebut masih menerima gaji bulanan dan pelatihan di daerah pegunungan terpencil.

Intelijen berkeyakinan, Salbi tidak ikut dalam rombongan Baghdadi ke Idlib, Syria, yang kemudian tewas di sana. Salbi diinfokan memilih kota kecil di sebelah barat Mosul, Irak. Mosul sendiri masih diyakini menjadi tempat anggota Daesh yang tersisa. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Ahad Malam, Tiga Roket Bombardir Kedubes Amerika Serikat di Irak – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*