Siapa Pemain Billboard di Kota Medan?

Kue Iklan
Dalam Website PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) dinyatakan kalimat yang sungguh bagus: visi mereka adalah terciptanya suatu lingkungan yang sehat, dinamis dan beretik tinggi bagi bisnis perusahaan periklanan.

Dalam website resmi itu juga didapat informasi kalau P3I Sumut memperkirakan bisnis periklanan di tahun 2010 kembali pulih setelah tahun 2009 lalu anjlok hingga 50% akibat krisis.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, penerimaan pendapatan iklan terbesar diperkirakan masih dari produk selular, rokok dan perbankan. Iklan produk makanan atau minuman dan kebutuhan rumah tangga alias consumer good juga tak kecil. Untuk menjaga persaingan tetap sehat, P31 juga sudah meminta ke pemerintah daerah agar dilibatkan dalam pemberian rekomendasi untuk pendirian perusahaan periklanan baru maupun pemasangan berbagai jenis reklame.

Nilai bisnis industri periklanan nasional tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp53 triliun. Sementara untuk pertumbuhan tahun 2010 yang ditaksir akan naik 15%, bisa mencapai Rp60 trilliun.

Untuk posisi teratas pada tahun 2009 ditempati oleh komunikasi, yaitu Rp3,8 triliun, iklan sektor pemerintahan dan politik dengan belanja iklan Rp 3,6 triliun atau naik secara signifikan 64% dari tahun 2008 sebesar Rp2,2 triliun.



Piala Dunia sepakbola pada Juni mendatang dipastikan akan menjadi perangsang paling aktif tahun ini untuk mendongkrak angka penjualan iklan. Seperti diketahui, pada Piala Dunia 2006 angka penjualan iklan sempat naik hingga 32%.

Secara global, meskipun terjadi krisis finansial, berdasarkan informasi yang sempat dilansir AC Nielsen, belanja iklan di 12 market Asia Pasifik naik 9% dari tahun 2008. China tetap memimpin total belanja iklan dengan total belanja iklan mencapai US$ 18 miliar. Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami kenaikan belanja iklan yang tinggi: 13%.

Namun, kenaikan penjualan iklan itu juga tak minim problem. Berdasarkan data BPP P3I, periode 2005-2008, ditemukan 346 iklan bermasalah dan  277 iklan dinyatakan telah melanggar etika pariwara. Kebanyakan pelanggaran tersebut terkait dengan penggunaan istilah atau kata yang yang bersifat superlatif tanpa bukti pendukung yang obyektif. Hingga Oktober 2009, ditemukan 150 kasus iklan bermasalah dan 100 diantaranya dinyatakan melanggar kode etik atau Pelanggaran etika.

Di Medan, masalahnya tentu tak hanya itu. Wajah kota yang acak-acakan akibat reklame outdoor, menjadi makanan sehari-hari warga Kota. Terbetik kabar, kalau di kalangan internal P3I, berkembang informasi bahwa yang menjadi punca musabab adalah perusahaan periklanan yang tidak menjadi anggota P3I Sumut  yang saat ini diperkirakan mencapai 25 anggota. Tentu, lagi-lagi masalahnya bukan saling tuding antara perusahaan periklanan itu saja. Saling tuding siapa yang salah juga berlaku antara Pemko Medan, DPRD Medan dan  perusahaan periklanan.

Nah, kalau semuanya sudah saling tuding satu sama lain, bukankah itu indikasi kalau semuanya dalam posisi yang sama-sama harus bertanggung jawab terhadap wajah kota yang hancur? (*)


penulis: nirwansyah putra
bahan-data: sri wahyuni, nirwansyah putra
sumber: blog tukangngarang
catatan: berita ini sebelumnya sudah diposting di blog tukangngarang pada 2010 dengan konteks peristiwa yang terjadi pada tahun tersebut. Editing dilakukan ulang pada naskah awal.

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*