Carrefour Prediksi Kenaikan Kebutuhan Pokok Sebesar 40%
Jakarta-www.indhie.com | Kenaikan harga jelang Ramadan dan lebaran dipengaruhi pasokan. Perusahaan ritel PT Carrefour Indonesia, memperkirakan terjadi kenaikan harga produk di gerai Carrefour hingga 40% menjelang hari raya Idul Fitri.
Kenaikan harga lebih banyak dipengaruhi oleh distribusi dan pasokan yang tersendat. “Kalau dilihat dari tahun lalu bisa sampai 40% untuk produk tertentu, misalnya produk strategis seperti cabai, sembako. Bagaimana cara pemerintah melancarkan distribusi, kalau lancar, barang bisa masuk lebih cepat,” kata Kepala Humas Carrefour, Satria Hamid Ahmadi, dalam acara media gathering, di Bloeming Cafe, FX Plaza, Jakarta, Jumat (13/7).
Menurut dia, kenaikan harga itu disebabkan oleh kurangnya pasokan pada masa puasa dan lebaran. Pelaku ritel tidak akan menaikkan harga secara sepihak jika pemasok juga tidak menaikkan harga barang.
Harga kebutuhan pokok, dia melanjutkan, memang sudah terlihat naik bahkan menjelang bulan puasa. Carrefour mencatat, harga daging sapi sudah naik 20-30 persen dari biasanya hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram.
“Karena kuota impor daging dibatasi, apalagi ritel itu mengambil dari rumah pemotongan hewan (RPH) modern itu masih terbatas, kalau pemerintah tidak melakukan apa-apa, harga setidaknya sama naiknya dengan tahun lalu,” ungkapnya.
Daging sapi di Carrefour dipasok dari impor sebanyak 70% dan lokal 30%. Meskipun banyak barang lainnya yang dipasok dari produsen lokal.
Namun, untuk daging sapi pasokan lokal masing terbatas. Untuk mengatasi lonjakan harga menjelang puasa dan lebaran, Carrefour menambah pasokan sebesar 30% dari hari biasanya. Dari penambahan pasokan itu, sebanyak 20% untuk pangan dan 10% sandang.
“Fase kritis itu satu pekan sebelum lebaran, karena stok akan terhambat, dan dua pekan setelah lebaran, karena pasokan bisa tak terjaga. Sebab, banyak distributor yang tidak beroperasi,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi penjualan, Carrefour Indonesia berkontribusi sebesar 7-8% dari peningkatan penjualan total Carrefour Asia sebesar 14%. Padahal, penjualan Carrefour di seluruh dunia di semester pertama stagnan.
“Semester kedua kami berharap ada peningkatan 3-4% dari tahun lalu. Penopangnya fenomena Ramadan dan lebaran, kami harapkan peningkatan terjadi di momen itu,” ujarnya. (*)


semua mahal … mana ni pemerintah kl mahal gimana mo ibadah!