MEDAN – indhie | Kalangan pemuda, buruh, seniman, mahasiswa yang pro demokrasi membentuk sebuah organ sebagai kekuatan revolusioner yang bernama “Aliansi Rakyat Sumut Dukung Prabowo – Hatta Rajasa. Tujuannnya memenangkan Prabowo-Hatta sebagai Presiden-Wakil Presiden periode 2014 – 2019. Pasangan ini dinilai dapat memperjuangkan implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang pada intinya menggunakan sumber daya alam (SDA) Indonesia untuk kepentingan rakyat Indonesia sendiri, di masa kini dan generasi mendatang. Selama ini, SDA Indonesia justru dinikmati asing sementara anak-anak pribumi malah mengemis di negeri sendiri.

Demikian ditegaskan Anwar Bakti Nasrallah, Koordinator Aliansi Rakyat Sumut Dukung Prabowo-Hatta,  ketika di temui di Hotel Grand Angkasa Medan, Senin (19/5/2014).

“Kami memberikan keyakinan pada rakyat bahwa Prabowo Subianto – Hatta Rajasa berkomitmen dalam membangun industrialisasi nasional, melakukan renegosiasi semua kontrak karya, mengamandemen UU nomor 13/2003 tentang ketenagakerjaan dan menghapus sistem kerja alih daya (outsourcing) serta menjamin keberlanjutan sistem jaminan sosial yang lebih baik,” ujarnya, didampingi juru bicara aliansi, M. Risfan Sihaloho yang merupakan aktivis pergerakan buruh.

Sementara itu, Amirsyam, aktivis Pemuda Islam Medan yang juga ikut mendampingi Anwar Bakti mengatakan, bahwa membangun kekuatan rakyat semesta yang anti imperialis dan kapitalis sebagai dasar perjuangan Prabowo-Hatta untuk memenangi Pilpres 2014, mendorong lahirnya Indonesia raya yang anti imperialisme dan kapitalisme, serta mendorong terwujudnya persaudaraan dan solidaritas rakyat yang berkelanjutan berdasarkan ridho Tuhan yang Maha Esa.

Hal ini, jelas Amirsyam, terkait kontestasi politik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 semakin dekat. Suksesi kepemimpinan tinggal menunggu waktu saja. Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan bertarung dalam Pilpres 2014 sudah hampir dipastikan mengerucut kepada dua atau tiga nama kontestan.

“Prabowo Subianto – Hatta Rajasa adalah capres – cawapres potensial yang mengingatkan kita semua pada Dwitunggal Soekarno – Hatta. Tidak berlebihan jika duet Prabowo – Hatta Rajasa merupakan Dwitunggal jilid II mengingat keduanya memiliki kesamaan pemikiran dengan Soekarno – Hatta mulai dari pemikiran yang visioner, sikapnya yang tegas dalam menghadapi penjajahan asing sampai pada model pembagian kerja di antara keduanya,” tandasnya.

Begitu juga Taha Brutu, praktisi hukum medan mengatakan, Prabowo Subianto selama ini dikenal sebagai figur pemimpin yang memiliki sosok keberanian dan ketegasan. Sementara figur Hatta Rajasa merupakan sosok pemimpin teknokrat yang telah teruji dan berpengalaman  dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

“Sikap – sikap seperti ini amatlah penting dibutuhkan oleh Presiden – Wakil Presiden periode 2014 – 2019 dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Dalam konteks mensikapi situasi ekonomi nasional selama ini, tegasnya, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa memiliki komitmen yang sama. Prabowo Subianto seringkali menyebut Indonesia merupakan negara kaya namun rakyat miskin. Sedangkan Hatta Rajasa, dengan pemikirannya yang brilian sebagai Menko Perekonomian mampu menempatkan Indonesia dalam peringkat 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia versi Bank Dunia.

“Pemikiran keduanya sejatinya memunculkan optimisme bagi rakyat Indonesia untuk berdaulat, mandiri dan sejahtera dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa sebagai Presiden – Wakil Presiden periode 2014 – 2019,” tandasnya. (*)