Koalisi ‘Kerempeng’ Jokowi Jadi Gemuk, Tak Ada Makan Siang Gratis
JAKARTA-www.indhie.com | Setelah NasDem dan PKB resmi mendukung calon PDIP, Joko Widodo, Hanura dan Golkar pun dikabarkan merapat.
Pengamat politik Arya Fernandez menganalisa jika PDIP bakal sulit menolak seandainya Hanura dan Golkar memutuskan ikut bergabung dengan Jokowi. Pasalnya, Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden juga terus melakukan manuver.
“Saya tidak yakin jika tidak ada proses tawar menawar. Tidak mungkin tidak ada kompensasi, istilahnya tidak ada makan siang yang gratis,” jelas Arya, Jumat (16/5).
Jika tidak jeli, nasib Jokowi dan PDIP, seandainya menjadi pemenang Pilpres, bukan jaminan lolos dari sandera. Partai Demokrat dalam pemilu 2009 lalu menjadi buktinya.
Dengan menggandeng banyak parpol, toh pemerintahan SBY-Boediono tidak pernah luput dari kritikan parpol pengusung. Hal yang mungkin saja bakal bisa dialami oleh siapapun juga dalam pemilu ini.
“Tahun pertama memang segalanya baik, tahun kedua mulai ada gejolak, ketiga mulai liar. Tidak ada jaminan pemerintahan yang diusung banyak parpol tidak akan goyah,” tandasnya. (*)

