Kekuatan di Balik Jokowi Khawatir Pada JK
MEDAN-www.indhie.com | Indonesia butuh karakter pemimpin yang kuat dan mampu membawa negeri ini keluar dari keterpurukannya. Mungkin, sosok itu ada pada Jusuf Kalla. “Namun sayangnya dia bukan orang Jawa,” tegas Shohibul Anshor Siregar, Dosen Politik FISIP UMSU di Medan, Kamis (15/4).
“Dia seorang non-Jawa yang berdasarkan sejarah dan sistem pemilihan langsung yang kita anut tak mungkin menawarkan JK sebagai presiden RI. Siapa yang akan mengusungnya? Indonesia dengan pemilih Jawa sebagai mayoritas dan tak toleran atas kemungkinan Presiden non-Jawa sangat tak memberi peluang bagi putra terbaik bangsa yang lain (non-Jawa),” sitir Shohibul.
Shohibul menyebut, “kelemahan” JK itu membuatnya harus pasrah untuk hanya menduduki kursi wakil presiden. “Saya dengar dia mau dipasangkan ke kubu Jokowi. Namun saya melihat justru sosok JK dikhawatirkan oleh kekuatan besar di balik Jokowi,” kata dia lagi.
“Mengapa? Kelihatannya, Jokowi mungkin dapat diatur dan disuruh duduk manis oleh kekuatan yang dicurigai berada di balik pensosokannya sebagai manusia paling misterius Indonesia abad ini,” kata dia.
“Jokowi ini walikota yang tak pernah dikenal luas, tiba-tiba menjadi calon Gubernur di DKI, menang dan tak lama kemudian menjadi Capres paling populer, dan meski sangat terkesan tak faham banyak hal tentang Indonesia dan bajkan Jakarta, namun ia kerap dianggap lebih pantas karena blusukan sebagai jimat,” sambung Shohibul.
“Tetapi bagaimana dengan JK? Oh, ia akan siap menerima resiko politik apa pun untuk mempertahankan integritas dan pembelaannya terhadap Indonesia, dan siap berbenturan dengan siapa pun. JK itu saya bayangkan tak akan selunak HB IX yang pernah memilih tak mau lagi direkrut oleh Soeharto untuk menjadi Wapres. JK juga pasti tidak akan sehalus Bung Hatta yang memilih berhenti saja jadi wapres karena tak membayangkan akibat-akibat yang tak akan dapat dipertanggung jawabkan di hadapan rakyat Indonesia jika tetap mendampingi Soekarno,” tegas dia. (*)


