Rafdinal MAP

MEDAN-www.indhie.com | Dalam review kasus-kasus peruntuhan masjid di Kota Medan dan Sumut, ditemukan strategi sistematis untuk melemahkan Islam dan umat Islam. Karena itu, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar akan terus melawan perlawanan. “Masjid itu simbol izzah, kehormatan. Kalau itu diruntuhkan, maka yang diruntuhkan adalah kehormatan Islam,” tegas Rafdinal MAP, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan, Ahad (15/12), kemarin.

Rafdinal yang juga calon anggota DPD RI dari Sumut ini, menegaskan hal tersebut ketika membuka sekaligus menjadi pembicara dalam seminar Forum Silaturahim Masjid se-Kota Medan pada Ahad (15/12) kemarin di Hotel Garuda Citra Jalan Sisingamaraja Medan.

Ditegaskannya, tidak benar alasan semata-mata penghancuran masjid-masjid itu adalah untuk pembangunan ekonomi dan investasi semata. “Di balik itu semua ada serangkaian strategi yang khusus diperuntukkan untuk menghancurkan umat Islam. Dan Muhammadiyah, sejak sebelum Indonesia merdeka, sudah mengetahui dan terus melawan sampai kapanpun strategi kontra Islam ini,” tukas Rafdinal.

Karena itu, menurut dia, sebagai salah satu pimpinan di PD Muhammadiyah Kota Medan, dia menyambut dan mendukung terbentuknya Forum Silaturahim Masjid se-Kota Medan yang digagas oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PD Muhammadiyah Kota Medan. “Di kalangan intra Muhammadiyah, ini tentu dapat bersinergi dengan Majelis Tabligh di Muhammadiyah yang memang bertugas untuk mengurus masjid-masjid Taqwa di lingkungan Muhammadiyah. Sementara untuk ekstra Muhammadiyah, Forum ini menjadi jembatan ukhuwah antara masjid dan juga kelompok pembela masjid lainnya sehingga terjadi konsolidasi umat Islam untuk melawan kelompok yang secara sistematis sedang menghancurkan Islam di Kota Medan,” tegas Rafdinal.

Ditambahkannya, kelompok-kelompok di luar Islam, telah menjadi persekongkolan jahat untuk menghancurkan Islam. “Masjid sebagai simbol utama persatuan itu menjadi titik tolak. Karena itu, menghancurkan masjid juga menghancurkan Islam,” lugas Rafdinal.

Muhammadiyah, tambahnya, akan tetap terus mengawal dan melindungi kepentingan Islam. “Umat Islam banyak yang tersingkirkan secara ekonomi, sosial dan politik. Kini, yang tampak menonjol di permukaan justru bukan anak-anak pribumi. Ini menyedihkan. Tapi Muhammadiyah akan terus melawan ini sampai kapanpun dengan cara amar ma’ruf nahi mungkar untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin,” ujar dia. (*)