MEDAN-www.indhie.com | Kondisi Islam di Kota Medan cukup kritis karena telah terjadi peruntuhan masjid di Kota Medan secara sistematis. Apa yang terjadi dengan umat Islam di Kota Medan ini, juga dirasakan oleh umat Islam di kepuluan Nias.

Affan Al Quddus S.Sos, Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PD Muhammadiyah Kota Medan, menegaskan, ukhuwah dan adanya saling persaudaraan antara umat Islam itu tergambar ketika terjadi perlawanan terhadap peruntuhan masjid, warga muslim Nias juga ikut serta dalam gerakan itu. “Sebagai putra daerah Nias, kami juga ikut merasakan ketidakadilan yang dirasakan umat Islam di Medan. Karena itu, jangan anggap enteng terhadap kekuatan Islam di Nias,” tegas Affan Al Quddus yang lahir dan besar di Gunung Sitoli, Nias, yang pada Pemilu 2014 mendatang tercatat sebagai Calon Anggota DPRD Sumut nomor urut 1 dari PAN.

Dikatakannya dalam seminar Forum Silaturahim Masjid se-Kota Medan di Hotel Garud Citra Medan pada Ahad (15/12) kemarin, keikutsertaan dirinya merupakan amanah dari warga muslim Nias bahwa di manapun mereka berada akan turut serta memerjuangkan Islam di manapun juga. Bahkan, dalam forum itu, dia ditunjuk sebagai moderator seminar. Selain itu, Affan juga ikut serta dalam gerakan unjuk rasa melawan peruntuhan masjid yang marak terjadi di Kota Medan.

Affan yang telah lama dikenal sebagai aktivitis Muhammadiyah sejak mudanya menambahkan, diskriminasi yang terjadi pada umat Islam di Kota Medan sungguh tak masuk akal. “Kalau kami di Nias mungkin karena minoritas, tapi di Kota Medan Islam adalah mayoritas, jadi ini namanya tirani minoritas terhadap Islam,” kata Affan.

Menurut Affan, kasus-kasus peruntuhan masjid seperti kasus Raudhatul Islam, al-Ikhlas jalan Timor dan lain-lain tersebut, merupakan bukti telah terjadi praktek sistematis terhadap penghancuran simbol-simbol Islam. “Itu perbuatan mungkar dan setiap muslim wajib melawan kemungkaran. Jadi wajar saja warga muslim Nias juga ikut serta dalam gerakan tersebut,” kata Affan.

“Saya kira, umat Islam tidak hanya sedang membela Islam saja, melainkan seluruh ketidakadilan. Karena bisa saja terjadi ketidakadilan itu juga dialami oleh umat lain, tapi mereka tidak merasakan itu. Nah sekarang yang mengemuka, ya, pelecehan terhadap Islam. Dan ini mesti dilawan!” tegas Affan lagi. (*)