TAKENGON-www.indhie.com | Baitul Mal Aceh Tengah selenggarakan rapat kerja di Bebalen Masjid Raya Ruhama Takengon, Senin (25/11).

Narasumber yang menjadi pemateri yaitu Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah Drs Mahmud Ibrahim, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Aceh Tengah Drs. H. Hamdan, dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah Drs. Mursalin.

Acara Raker Baitul Mal ini dihadiri juga oleh Bupati Aceh Tengah Ir. H. Nasaruddin, MM. Pak Nas, panggilan akrabnya, mengatakan, masih banyak lagi potensi yang bisa didapatkan untuk sumbangan zakat, infaq, sadaqah dan harta orang Islam lainya untuk membantu saudara-saudara kita melalui Baitul Mal Aceh Tengah. “Seperti pengusaha-pengusaha yang mempunyai kegiatan dan pendapatan,” ungkapnya.

Jamaluddin, Ketua Panitia Raker Baitul Mal se-Kabupaten Aceh Tengah, mengatakan, peserta raker berjumlah 280 orang dari 14 Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten Aceh Tengah. Para peserta terdiri dari imam selaku Kepala Baitul kampung.

Jamaluddin menyampaikan, tujuan dari raker ini untuk meningkatkan manajemen di Kampung tentang pengelolaan zakat, infaq, shadaqah dan harta agama Islam lainnya. “Juga meningkatkan kesadaran para muzzaki untuk membayar zakat,infaq,shadaqah dan harta agama Islam,” terang dia.

Jumlah penerima zakat, infaq, shadaqah dan harta agama Islam dari 1 januari-23 November 2013 sebesar Rp 5.722.097.881, dan sisa anggaran tahun 2012 sebesar Rp 1.647.4011. Sementara itu kegiatan penyaluran zakat, infaq, shadaqah dan harta agama islam lainnya yang telah didistribusikan 1-23 November 2013 sebesar Rp. 6.041.091.512.

Adapun pengunaan penyalurannya meliputi beberapa kegiatan, yaitu Fakir sebesar Rp 2.038.243.000, Miskin sebesar Rp 1.421.373.000, Amilun sebesar Rp 923.687.429, Muallaf sebesar Rp 5.375.000, Gharim sebesar Rp 482.613.000, Sabilullah sebesar Rp 1.482.613.086 dan Ibnu Sabil sebesar Rp 95.250.000.

Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah juga telah membangun rumah mustaahiq fakir miskin yang tidak layak huni sebanyak 16 unit dengan jumlah dana sebesar Rp 375.000.000, kemudian pelatihan menjahit anak putri mustahiq fakir miskin berjumlah 60 orang dibagi 3 gelombang sebesar Rp 239.790.000. (*)