Rafdinal MAP

MEDAN-www.indhie.com | Rencana kenaikan harga tarif dasar listrik (TDL), membuat geram sejumlah pihak. Pasalnya, kondisi listrik di Sumatera Utara (Sumut) jauh dari yang diharapkan pelanggan. Ditambah situasi padamnya listrik setiap hari, menjadi indikator bahwa PLN tidak mempunyai manajemen yang profesional. “PLN itu sarangnya bandit. Di tengah krisis listrik, mereka malah mau menaikkan harga!” tegas Rafdinal, calon DPD RI Sumatera Utara ketika dimintai komentarnya, Rabu (2/10).

Menurut Rafdinal, ketidakpantasan kebijakan PLN itu akan semakin membuat geram masyarakat dan berkonsekuensi akibat yang lebih parah dari sekedar demo masyarakat ke PLN. “Mereka kemarin sudah didemo masyarakat, kalau dinaikkan, saya khawatirkan masyarakat akan tidak sabar,” kata Rafdinal.

Ditambahkannya, alasan kenaikan TDL yang dikemukakan PLN sangat tidak masuk akal dan tidak bisa diterima masyarakat. “Ini seperti yang disaksikan masyarakat terhadap kinerja BUMN dan BUMD di negara ini yang bila selalu ada kebijakan untuk perbaikan ataupun membenahi pelayanan harus menaikkan harga. Kalau begitu, nanti masyarakat akan berpandangan kalau BUMN dan BUMD ini dibubarkan saja,” kata dia.

Menurut dia, integritas dan kapabilitas manajemen PLN yang hancur merupakan dampak ikutan dari kacau-balaunya penyelenggaraan negara. “Semua ada sebabnya. Kalau negara dan perusahaan negara dikelola para bandit, maka yang terjadi juga kebijakan bandit,” tegas Rafdinal. Dimasukkannya petinggi PLN yang tersangkut kasus korupsi, merupakan salah satu contoh nyata dari fenomena itu. (*)