MEDAN-www.indhie.com | Pria ini bertekad untuk mengangkat citra pemberdayaan masyarakat Pulau Nias. Dia bernama Affan Al Quddus, S.Sos. “Karena itu saya membulatkan niat dan tekad untuk maju dalam bursa Caleg DPRD Sumut,” kata Affan Al Quddus di Medan, Kamis (5/9). Affan kini berada di nomor urut 2 dari Dapil Sumut  8 meliputi daerah Kabupaten Nias, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Selatan, Nias Barat dan Nias Utara.

Affan yang mengenyam pendidikan di SD, SMP dan SMA di Gunung Sitoli tersebut,  menandaskan,  selama ini berbagai potensi pembangunan dan peningkatan ekonomi  belum begitu optimal di kembangkan dalam kegiatan pembangunan di berbagai kawasan Daerah Pulau Nias.  Di sisi lain pemekaran daerah otonomi yang mestinya mempercepat berkembangnya berbegai kawasan pertumbuhan  ekonomi serta membuka alternatif usaha baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat, masih belum begitu tergali seperti yang diharapkan.

Berbagai kendala yang menghadang dalam memajukan program pembangunan di berbagai kawasan daerah di Pulau Nias tersebut antara lain disebabkan, pertama, minimnya dukungan penyediaan alokasi pendanaan  program pembangunan. Hal ini disebabkan minimnya masukan terhadap Pendapatan Asli daerah (PAD) dan bantuan Daerah Atasan baik tingkat Propinsi maupun tingkat pusat.

Menurut Affan, faktor ini dimungkinkan oleh masih mudanya usia daerah otonomi pasca pemekaran daerah di Pulau Nias serta konsentrasi masing-masing Pemerintah daerah masih terfokus pada pengembangan infra & sufra struktur pemerintahan sebagai pelayan publik.

Faktor kedua, tambah dia, masih belum meratanya potensi pengembangan Sumber Daya Manusia yang sebagai penyangga utama pengembangan dan pemerataan kegiatan pembangunan. “Sumber Daya Manusia sangat menentukan laju pembangunan serta peningkatan taraf hidup masyarakat baik sebagai sabjek maupun sebagai objek pembangunan,” kata Affan.

Ketiga, kendala klasik hambatan percepatan pembangunan berbagai kawasan daerah, khususnya di Pulau Nias juga tidak terlepas dari adanya persoalan ketersediaan sarana perhubungan dan transportasi yang mengubungkan  kawasan baik antar lokal Pulau Nias maupun inter lokal Pulau Nias. Menurut Affan, kendala ini lebih dimungkinkan oleh rendahnya arus investasi dan kegiatan ekonomi perdangan khusunya antar lokal daerah di Pulau Nias, sementara di sisi lain biaya tranportasi demikian tinggi, sehingga terjadi  high cost (ekonomi biaya tinggi ). “Belum lagi fakta menunjukan tingginya ketergantungan  penyediaan kebutuhan pokok masyarakat yang harus didatangkan dari luar Pulau Nias, di mana hal disebabkan oleh minimnya pemenuhan potensi produksi dan pengembangan komoditas lokal,” kata dia.

Ditambahkan Affan yang juga berprofesi sebagai Dosen jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini, dapat dimaklumi bahwa prospektif pengembangan kemajuaan Pulau Nias  yang terletak di sebelah barat dari Pulau Sumatera dan masuk ke wilayah Propinsi Sumatara Utara itu masing sangat berpeluang untuk ditingkatkan serta dikembangkan. Mereka meliputi sektor Kelautan dan Perikanan, Pariwisata, Budaya & Ekotorism, Perdagangan, Perdagangan, pertambangan dan Peternakan,  Industri  dan Kerajinan Masyarakat.

Dilanjutkannya, untuk mempercepat peningkatan pengembangan potensi pembangunan di Pulau Nias tersebut  diperlukan upaya maksimal yang sungguh-sungguh harus dilakukan oleh pelaksana pembangunan dalam hal ini khususnya Pemerintah daerah masing-masing Kabupaten dan Kota yang eksis di Pulau Nias. Hal itu meliputi mengembangkan upaya untuk mendapatkan dukungan  penyediaan alokasi pendanaan  program pembangunan dalam hal ini peningkatan  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan alokasi bantuan Daerah Atasan baik tingkat Propinsi maupun tingkat pusat. “Mengingat bahwa bantuan tersebut demikian urgen bagi perluasan pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan daerah Pulau Nias,” terang dia.

Di sisi lain, Pemerintah daerah di Pulau Nias saat ini ke depan sudah selayaknya harus melakukan terobosan serta mengeser fokus perhatian pada program yang produktif untuk  pengembangan investasi dan  pembedayaan masyarakat.

Kedua, katanya, diperlukan adanya program penunjang pengembangan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan kinerja aparatur pelayanan dan peningkatan pendidikan dan keterampilan masyarakat, pelaku usaha dan pengembangan ekonomi sektor informal.

Ketiga, memperbaiki  jalur perhubungan dan kualitas pelayanan transportasi yang mengubungkan  kawasan baik antar lokal Pulau Nias maupun inter lokal Pulau Nias, sekaligus mengatasi kendala bagi meningkatkan masuknya investasi dan kegiatan ekonomi perdangan khusunya antar lokal daerah di Pulau Nias. “Melakukan  pembinaan pengembangan untuk mengairahkan komoditas lokal bagi  penyediaan kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.

Menyinggung soal rencana pemekaran Provinsi Nias Kepulauan, Affan Al Quddus yang masa kecil dan remajanya dibesarkan di Kampung Baru Ilir Kota Gunung Sitoli tersebut, menegaskan bahwa  pembentukan Provinsi Nias Kepulauan  adalah sebuah keniscayaan bagi mempercepat pencerahan kemajuan pembangunan berbagai daerah di Pulau Nias dan sekaligus guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan tarah ekonomi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya.

“Masyarakat Pulau Nias harus meraih masa depannya dari tangannya sendiri dan jawaban satu satunya untuk tujuan tersebut adalah pembentukan Privinsi Nias Kepulauan. Provinsi Kepulauan Nias bertujuan mengekfektifkan rentang kendali pemerintahan daerah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat agar lebih berdaya dan berhasilguna serta meningkatkan infrastruktur pembangunan di berbagai sektor sehingga perekonomian masyarakat dapat berkembang,” tegas Affan.

Menurut Affan Al Quddus yang juga selaku Ketua Pusat Pembedayaan Masyarakat  Draono Sihiinodola, layaknya sebagai anggota Legislatif penyambung aspirasi dan pengemban amanat rakyat khusunya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pulau Nias yang meliputi Kabupaten Nias, Kota Gunung Sitoli, Selatan, Nias Barat dan Nias Utara,  harus mampu melihat berbagai persoalan masyarakat dan cerdas mencari solusi serta upaya mengatasi berbagai persoalan publik tersebut.

“Kalau selama 5 tahun duduk di legislatif ternyata anggota DPRD  provinsi ternyata tidak bersuara alias hanya diam-diam saja, maka niscaya pembangunan kawasan dan masyarakat daerah yang diwakinya tidak akan berkembang. Sebagai contoh seharusnya anggota DPRD yang mewakili Nias bersuara vokal untuk memperjuangkan peningkatan  nilai alokasi bantuan Pemerintah Provinsi kepada daerah bawahan di Pulau Nias,” tukas Affan.

Disamping itu diperlukan juga upaya yang mitra intesif untuk mendukung program pemerintahan daerah melalui pengkajian peluang pengembangan investasi, dalam hal ini anggota legislatif harus memiliki inisiatif untuk memperkenalkan dan memediasi pengembangan investasi di segala sektor pembangunan bersama pemerintahan daerah kabupaten dan kota di Pulau Nias.

Ditambahkannya, di samping dekat dengan masyarakat untuk menampung serta menjembatani berbagai aspirasi yang kontruktuf dalam peningkatan pemberdayaan masyarakat didaerah tersebut. “Dan Itu artinya sebagai wakil rakyat harus intesif turun kedaerah dan bukan justru hanya turun bila saat menjelang Pemillu saja,” sambungnya.

Selanjutnya yang wajib dimiliki oleh seorang pengemban amanat rakyat adalah punya komitmen dan integritas pribadi yang kuat untuk tidak melakukan korupsi dan menggunakan jurus aji mumpung untuk memperkaya diri sendiri sementra di sisi lain tidak banyak berbuat  berbuat untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. “Menjadi anggota legislatif itu bukan profesi biasa melaikan sebagai ladang pengabdian bagi negara dan masyarakat umum, karenanya seorang anggota legislatif harus menjadi panutan teladan yang baik bagi masyarakat,” tambah Affan.

Menyikapi pelaksanaan Pemilu 2014 yang pelaksanaanya sudah di ambang pintu, Affan Al Quddus berharap kiranya dapat berjalan dengan sukses dengan kualitas yang lebih baik dari Pemilu sebelumnya, yang ditandai dengan  tingginya angka partisipasi pemilih, pelaksanaan yang jujur dan adil serta bersih dari paraktek money politic. “Dengan demikian Pemilu 2014 nantinya dapat menghadirkan figur anggota legislatif yang berbobot dan berpihak pada peningkatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Affan. (*)