Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu

Stabat-www.indhie.com | Alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Langkat, berkurang sekitar 2% per tahunnya. “Ancaman ini serius,” kata Bupati Langkat Ngogesa Sitepu di Stabat, Selasa, (28/5).

Ngogesa mengatakan, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan peningkatan sarana dan prasarana areal persawahan dan penggunaan teknologi spesifik lokasi, serta dukungan sarana produksi lainnya.

“Karena bagaimanapun pembangunan pertanian merupakan satu landasan utama ekonomi kerakyatan dengan memberi manfaat bagi sebagian besar penduduk Kabupaten Langkat,”katanya.

Karenanya lanjut dia, kebijakan Pemkab mendukung ketahanan pangan diupayakan melalui pembangunan infrastruktur bidang pertanian.

Menurut Ngogesa, hingga saat ini Langkat mampu surplus beras secara berkesinambungan mencapai 100.425 ton atau 63,80%. “Untuk mengembangkan kecukupan pangan pada tahun berikutnya tidak sedikit tantangan dan hambatan dihadapi,” katanya.

Tantangan dan hambatan itu semisal bencana alam atau kekeringan, hama ataupun penyakit dan alih fungsi lahan sawah di luar kepentingan usaha tani tanaman pangan. (*)