Pilgubsu 2013 itu Tergantung Rakyat
Medan-www.indhie.com | Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 tergantung rakyat bukan elit. Namun, kecenderungan selama ini justru menjadikan proses demokrasi ini seolah-olah milik elit semata. Karena itu, rakyat mesti mengambil bagian dari proses ini.
Demikian hasil Seminar Sosialisasi UU Pilgubsu 2013 yang dilakukan Lembaga Pusat Studi Cendekiawan Muda Indonesia (LPSCMI) Gedung FISIP UMSU pada Minggu (9/12). Seminar ini menghadirkan pembicara Rafdinal, S.Sos MAP, Pengamat Sosial Politik UMSU, dan Nirwansyah Putra, Dosen dan Pengamat Komunikasi Politik dan dihadiri oleh peserta dari masyarakat dan mahasiswa.
Disebut Rafdinal, pentas Pilgubsu 2013 semestinya tidak hanya menjadi pentas para elit semata. “Jangan hanya seolah-olah elit saja yang berkepentingan terhadap hal ini. Justru rakyatlah yang semestinya memegang kendali utama,” katanya.
Menurut dia, cara rakyat untuk mengambil kendali utama adalah dengan secara sadar meneliti calon-calon yang muncul. “Pelajari semuanya tentang calon, tentang penyelenggara dan juga tentang prosesnya. Tingkatkan partisipasinya dan semua harus mengawasi proses ini. Jika rakyat tidak melakukannya, maka terbuka kesempatan kepada elit untuk terus dominan,” katanya.
Sementara itu, pembicara lain Nirwansyah Putra menyoroti tentang kualitas komunikasi publik yang berkaitan dengan Pilgubsu. Kini, menurutnya, sudah tumbuh kesan kalau memilih gubernur itu hanya untuk memilih calon-calon koruptor baru. “Untuk mengenal Pilgubsu maka rakyat yang harus ambil peranan. Rakyat itu bukan subordinat atau bawahan dari elit, bahkan rakyatlah pemilik kedaulatan, bukan elit. Jadi, rakyat yang mestinya banyak mengumandangkan tuntutan kepada elit. Rakyat harus menyampaikan aspirasinya dan itu mesti dituruti oleh elit,” tegas Nirwan. (*)

