Proyek Puskesmas Poned Tanjung Leidong Syarat KKN
Labura-www.indhie.com | Upaya Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) bersama DPRD mendongkrak berbagai pembangunan di Kecamatan Kualuh Leidong mendapat acungan jempol dari berbagai masyarakat. Tapi sayang semua perjuangan Bupati seperti diindahkan oleh dinas terkait maupun pihak rekanan. Ini misalnya terlihat dengan berjalannya proyek tanpa pengawasan oleh pihak pengawas sehingga berujung pengerjaan asal jadi.
Pembangunan Puskesmas Poned di Tanjung leidong salah satu di antaranya. Proyek yang dilaksanakan CV. Daun Emas dengan nilai anggaran Rp. 495.023.800,- telah menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat terkait mengenai pengerjaan maupun bahan material yang digunakan. “Hasil pekerjaan tidak sesuai petunjuk teknis,” ungkap Amri Nasution, Ketua Masyarakat Peduli Kualuh Leidong, Rabu (21/11).
Dikatakannya, bahan material yang digunakan dalam pengerjaan Proyek Puskesmas Poned tersebut disinyalir tidak mengacu pada speksifikasi yang tertuang dalam bestek, sehingga hasil bangunan itu dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Apalagi dari salah satu bahan material yang dipakai seperti besi yang terlalu kecil. Segi pondasi juga tidak memakai tapak gajah tetapi hanya memakai beberapa lempengan besi dan kayu cerocok yang tidak tertuang dalam acuan petunjuk tehnis bestek.
Selain itu, Tokoh Pemuda Kualuh Leidong, Tohiruddin mengatakan,”Hal ini bisa saja terjadi akibat tidak ada keseriusan dari pihak dinas terkait untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang maksimal. Bila tidak ada tindakan dalam waktu dekat ini, maka Dinas Kesehatan patut dicurigai dan dianggap adanya permainan atau diduga keras ada konspirasi dengan pihak rekanan.”
Tohiruddin juga menghimbau kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar segera menurunkan tim dalam rangka untuk kroscek di lapangan dan bila terbukti untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Pihak Rekanan dan CV. Daun Emas selaku pemenang Tender proyek. “Agar diusut tuntas atas adanya indikasi penyimpangan yang berpotensi KKN agar kabupaten yang baru mekar ini bersih dari korupsi,” tandas Tohiruddin.
Sayangnya, ketika www.indhie.com mengkonfirmasi pihak rekanan berinisial WR terkait seputar Pembangunan Puskesmas Poned melalui HP, tidak ada jawaban yang bisa diterima. (*)


