Muhammadiyah Runtuhkan Pagar Pengembang di Tanah Muhammadiyah Belawan
Medan-www.indhie.com | Ratusan warga Muhammadiyah Medan gelar aksi penyelamatan aset tanah Muhammadiyah pada Jum’at (16/11). Tanah yang diserobot pengembang itu berada di lokasi Mesjid Raya Taqwa Muhammadiyah Belawan Jl. K.L. Yos Sudarso, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan. Aksi digalang oleh PD Muhammadiyah Kota Medan (PDM) yang menunjuk Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PDM sebagai koordinator lapangan. Warga Muhammadiyah berangkat dari titik kumpul di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menuju lokasi. Di lokasi sudah menunggu warga Muhammadiyah Belawan yang digalang oleh PCM Belawan. Tampak seluruh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah turun di lokasi, mulai dari Aisiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) seperti Naisyatul Aisisyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, dan seterusnya.
Aksi berjalan damai dengan melakukan longmarch di sepanjang jalan besar Medan-Belawan dan kemudian berbelok ke arah tol Medan-Belawan langsung menuju lokasi aksi. Di lokasi itu, pengembang pagar telah mendirikan pagar secara sepihak di atas tanah milik Muhammadiyah. warga Muhammadiyah kemudian meruntuhkan pagar itu dan kemudian mendirikan plang dan spanduk yang bertuliskan statemen bahwa tanah itu merupakan milik sah dari Muhammadiyah.
Koordinator lapangan, Drs. Anwar Bakti, menyatakan, Muhammadiyah akan melawan siapapun yang berani macam-macam dengan aset-aset Muhammadiyah. “Siapapun dia Muhammadiyah tidak peduli. Mau Jenderal, mau pemerintah, apalagi para kapitalis! Kami akan lawan hingga titik darah penghabisan!” teriak Anwar di hadapan warga Muhammadiyah.
Aksi yang terjadi tepat di pinggir jalan tol ini, sempat membuat menghentikan sementara aktivitas di jalan tersebut. Aparat kepolisian tampak mengatur lalu lintas agar truk-truk yang menuju Belawan masih dapat bergerak. Warga Belawan pun terlihat antusias menyambut aksi ini. Mereka bahkan memberikan yel-yel dukungan. Apalagi, ternyata warga Belawan pun mendapatkan perlakuan sama dari pengembang yaitu tanah mereka banyak yang diserobot secara paksa. “Tapi kami tidak berani karena mereka menyewa preman dan aparat yang tak berseragam,” kata Marni, salah seorang warga.
Aksi yang berlangsung setelah shalat Jum’at ini kemudian berakhir ketika adzan Ashar tiba. Warga Muhammadiyah pun kembali ke Mesjid Taqwa Belawan untuk shalat Ashar. (*)


